Camping pantai di taman nasional Khao Sam RoiYod

•May 29, 2012 • Leave a Comment

Mendatangi tempat baru dan berkemah di situ selalu menarik. Menarik karena entah kejutan apa yang ada di tempat itu yang biasanya lebih hebat dari yang tertulis di brosur-brosur. Setelah berkelana ke sebelas provinsi dan berkemah di tepi hutan, di gunung, di tepi sungai dan danau, menarik untuk mencoba sesuatu yang baru di provinsi berikutnya. Berkemah di tepi pantai adalah ide yang menarik dan referensi yang masuk ke saya: pantai Laem Sala di Khao Sam Roi Yot (enaknya saya singkat KSRY), distrik Pranburi, provinsi Prachuap Khiri Kan, provinsi ke duabelas saya di Thailand. Continue reading ‘Camping pantai di taman nasional Khao Sam RoiYod’

Camping on the beach: Khao Sam Roi Yod National Park

•May 28, 2012 • Leave a Comment

This is something that I have never done before: camping on a beach. Yet, I managed to experience it in Thailand. The very spot I erected my tent was on a secluded beach at Khao Sam Roi Yod National Park (literally means Three Hundred Peaks Mountain), in Prachuap Khiri Khan Province. The national park is home of lime stones hills (some with sharps ridges), beaches, great caves, typical yellow tail monkeys, mangrove forests, shrimp farms, and fisherman villages. The park is best accessed from Hua Hin. Continue reading ‘Camping on the beach: Khao Sam Roi Yod National Park’

Open Your Eyes

•April 3, 2012 • 2 Comments

Catatan Atlanta: Kebebasan menjelajah dunia maya terancam?

•January 19, 2012 • 7 Comments

Hari ini beberapa website besar sedang melakukan aksi mogok besar-besaran dengan tema ‘black out’ untuk memprotes rancangan undang-undang SOPA (Stop Online Piracy Act – rancangan undang-undang no. H.R.3261) dan PIPA (Protect IP Act – rancangan undang-undang no. S.968) yang sedang difinalisasi Kongres AS. WordPress, misalnya, mengganti gambar-gambar di laman ‘posting hari ini’ dengan latar hitam bertuliskan ‘censored’ berwarna putih (saya pikir tadinya blog saya di-hack). Kongres AS sedang membawa dunia internet Amerika ke arah model Cina (ingat sensor Cina terhadap Google beberapa waktu lalu?). Kalau Cina bertujuan menyensor internet untuk menjaga mati-matian agar komunisme tetap hidup di sana, saya curiga bahwa apa yang AS lakukan adalah langkah awal dari agenda sebuah kelompok tertentu menguasai dunia… Continue reading ‘Catatan Atlanta: Kebebasan menjelajah dunia maya terancam?’

Catatan Atlanta: Mahasiswa dan Restoran Indonesia di Atlanta

•January 13, 2012 • 3 Comments

Jumat lalu usai sholat Jumat di masjid Al Farooq (Midtown Atlanta), saya membelokkan sepeda saya ke tikungan yang tidak biasanya saya ambil. Alhamdulillah, re-routing itu menghasilkan salah satu penemuan terbaik selama saya ada di kota ini: rombongan mahasiswa Indonesia yang sedang berjalan pulang ke apartemen mereka dari masjid Al Farooq. Sehari kemudian, bersama dengan tiga orang dari  mereka, saya berkunjung ke resto Indonesia Tempo Doeloe. Continue reading ‘Catatan Atlanta: Mahasiswa dan Restoran Indonesia di Atlanta’

Catatan Atlanta: Di bawah nol derajat

•January 5, 2012 • 5 Comments

Sambil mengamati hasil Kaukus Iowa partai Republik yang diumumkan Rabu subuh tadi, saya juga memperhatikan suhu udara di luar. Paling tidak dua hari terakhir ini, suhu terendah di Decatur, Atlanta, mencapai -7 derajat Celcius. Freezing cold! Tadi malam, suhu terendah -7 derajat Celcius tercatat pada jam 1 sampai jam 3 pagi. Pagi ini (jam 8.30), saya keluar rumah tanpa tahu persis berapa temperaturnya. Baru membuka pintu, hembusan udara beku terasa menyengat. Saya masuk lagi dan saya tengok alat penunjuk temperatur online di dapur. Suhu di luar 24 derajat Fahrenheit. Itu artinya -2 derajat Celcius! Segera saja saya membuat penelitian kecil-kecilan apa akibat suhu serendah itu pada lingkungan sekitar. Jadi saya keluar sambil menenteng kamera old school saya. Berikut hasilnya dalam foto-foto (diambil sekitar pukul 8.30 – 8.45 pagi). Continue reading ‘Catatan Atlanta: Di bawah nol derajat’

Catatan Atlanta: Di Atlanta, sepeda menjangkau jauh

•January 4, 2012 • 1 Comment

Di Metro Atlanta, anda bisa menjangkau tempat berjarak 70-90 km (bahkan lebih) dengan mengendarai sepeda tanpa menjadi terlalu lelah meski topografi naik-turun.  Oh, ya? Tentu iya. Caranya dengan mengombinasikan ayuhan sepeda anda dengan bis dan kereta dalam kota. Pemerintah kota sudah mengatur bahwa transportasi publik – dikelola oleh  Marta (Metropolitan Atlanta Rapid Transit Authority) – mengakomodasi pesepeda: bus umum memiliki rak khusus sepeda di bagian depan, sepeda juga boleh naik kereta, dan sepeda tidak dikenakan biaya tambahan. Biaya transport menggunakan kendaraan umum yang dioperasikan Marta adalah $2.5 per trip (Rp. 22,000), jauh dekat sama saja. Mahal, ya? Ya, tapi kalau anda menuju ke satu tempat menggunakan kombinasi bis dan kereta, sejauh apapun, harga tetap sama. Berikut penjelasan lebih lanjut dan contoh perjalanan saya (rangkaian foto). Continue reading ‘Catatan Atlanta: Di Atlanta, sepeda menjangkau jauh’

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.