Makanan Halal Survival di Bangkok/Thailand (bahasa)

Saat tiba di Bangkok Oktober 2009 lalu, salah satu tantangan yang saya pikirkan adalah makanan. Saya tak punya bayangan apakah saya nanti akan mudah mendapatkan makanan halal atau sebaliknya. Di pagi berikutnya saat saya untuk pertama kalinya menyusuri jalan di Bangkok dekat tempat saya tinggal, saya melihat sekilas kebanyakan menu makanan jalanan mengandung unsur babi (dalam bahasa Thai disebut muu), entah sebagai penyusun menu utama atau sebagai pelengkap. Begitu juga di food court dan restoran mereka. Kesimpulan saat itu, tak banyak pilihan buat saya. Untungnya buah yang siap makan banyak dijual di sekitar soi (gang). Jadi saat itu buah menjadi menu survival saya. Kabar baik lainnya, di dekat saya tinggal juga ada orang muslim Myanmar yang menjual semacam martabak manis. Sebulan kemudian, pilihan makanan saya makin bervariasi. Ternyata makanan halal tersedia di jalan-jalan, di food court, dan restoran Thailand lebih banyak dari yang saya khawatirkan. Posting berikut khusus bercerita tentang makanan jalanan yang bisa dianggap halal.

Foto masing-masing makanan atau penjualnya bisa dilihat di posting : Halal Survival Foods in Bangkok/Thailand (Part 1) and Halal Survival Foods in Bangkok/Thailand (Part 2)

 

1) Som-tam (juga disebut papaya pokpok)

Ini adalah salad pepapaya muda yang dirajang memanjang, disajikan dengan dressing tradisional yang asam dan pedas. Kalau anda tak suka pedas, minta penjualnya untuk mengurangi cabainya. Perhatikan hal ini juga, kepiting hitam air tawar mentah (ya, mentah!) umumnya ditambahkan dalam somtam ini. Saya pernah merasakannya di sebuah restoran Thailand beberapa lama setelah saya tinggal di sini. Rasanya memang pantas dengan pepaya muda bersaus asam ini. Tapi belakangan saya baru tahu bahwa anda bisa punya masalah serius dengan perut anda setelah memakan kepiting hitam mentah ini. Beberapa laporan ilmiah menyebutkan kepiting jenis ini bisa saja mengandung cacing parasit (trematoda) bernama cukup gagah, Paragonimus. Makhluk mikro ini bisa membuat situasi anda gawat darurat, mulai diare, sakit perut kronis, hingga infeksi paru-paru. Herannya, orang Thailand sangat menikmatinya. Mungkin mereka sudah kebal dan cacingnya menyerah. Makanan yang berasal dari Thailand timur-laut (Isaan) ini sangat populer hingga menginspirasi saya memberi nama blog ini, dan mungkin juga akan membuat saya menulis posting khusus tentangnya. Kalau anda sedang di Thailand, menu ini tak bisa dilewatkan untuk dicoba.

Harga pinggir jalan: 20-30 baht per porsi.

 

 2) Pad-thai (mi goreng ala Thailand)

Saya membuat sinonim saya sendiri untuk menu ini: mi goreng ribut. Kenapa? Karena saat dimasak oleh tukang mi-nya, terdengar suara berisik denting adu penggorengan dengan wajan logam datarnya. Menu ini juga populer dan dijual hampir di mana-mana, di pinggir jalan hingga restoran. Umumnya, bahan terdiri dari mi gelas, telur, toge, bumbu-bumbu dan udang. Tapi coba perhatikan lagi, kadang penjualnya juga menyediakan campuran daging ayam atau babi. Kalau sudah multi opsi begitu, saya menghindar. Banyak yang menjual khusus udang (goong dalam bahasa Thai) dan tentu saja ini lebih aman. Kacang tanah sangrai yang ditumbuk semi halus dan irisan acar cabai bisa ditambahkan sesuai selera. Uniknya, penjual padthai dekat saya tinggal juga menyajikan piring kedua selain padthainya. Piring kedua ini berisi toge, daun semacam bawang kucai, dan…. potongan seperempat ontong (bunga) pisang! Rasa sepetnya unik juga kalau dipadukan dengan rasa padthai ini.

Harga pinggir jalan: 25-30 baht per porsi.

 

3) Pla-pao (ikan yang digarami dan dipanggang)

Ikan yang diolah macam ini bisa dari jenis apa saja. Yang paling umum kita jumpai dijual di sini adalah jenis ikan air tawar semacam ikan mas di Indonesia. Setelah ikan dibersihkan dari isi perutnya, rongga perut diisi dengan stuffing terdiri dari daun serai dan daun jeruk purut. Kemudian ikan di lumuri garam banyak-banyak di seluruh bagian luarnya yang nantinya akan mengkristal setelah dipanggang. Anda bisa mulai memakan dagingnya yang juicy setelah mengupas kulitnya yang berkristal garam. Rasa ikan ini menurut saya cukup orisinil karena bumbu hanya berupa garam. Stuffing serai dan daun jeruk purut mengurangi amisnya dan memberi aroma harum dari dalam. Ikan panggang ini biasanya ditemani lalapan kubis dan saus berasa asam yang segar.

Harga pinggir jalan: 50-80 baht per ekor, tergantung ukuran ikan.

 

4) Pla-meuk (cumi panggang)

Dalam banyak situasi asing, seafood bisa menjadi ‘penyelamat’ bagi muslim, seperti juga plameuk atau cumi ini. Plameuk adalah cumi utuh (biasanya yang sedang bunting) yang ditusuk stik sate dan dipanggang di atas bara arang kayu (tampaknya orang Thai suka sekali memanggang hampir apa pun). Setelah dipanggang matang, si penjual memotong-motong si cumi, memasukkannya dalam plastik dan mengguyur potongan si cumi ini dengan saus berasa asam segar yang kurang lebih sama dengan saus yang menemani plapao.

Harga pinggir jalan: 15-25 baht per ekor.

 

5) Kai-pla-meuk (gorengan telur cumi)

Terdengar aneh? Tidak di sini. Saya pernah memakan penganan ini sebelum saya tahu apa sebenarnya kaiplameuk ini. Si penjual hanya memasang tanda ‘octopus fish’. Di tengah kritisnya kondisi perut saya saat itu, ditunjang tak adanya pilihan lain selain makanan yang terdengar sedap ini, saya pun memesan satu dan saya baik-baik saja saat itu. Belakangan rekan kantor saya memberitahu bahwa kaiplameuk ini sebetulnya adalah telur cumi yang diolah menjadi semacam adonan lalu digoreng. Saya tetap baik-baik saja setelah mendengar penjelasan ini, tapi tak yakin apakah saya akan memesan lagi lain kali. Begini biasanya si penjual menyajikan makanan ini: mangkuk putih kecil berbahan stryofoam ditutup irisan kubis di dasarnya, ditebari irisan telur cumi goreng di atasnya, dan dilumuri saus yang lagi-lagi mirip dengan saus pada plapao dan plameuk. Tak lupa sebatang stik untuk menusuk objek dalam mangkuk dan memasukkannya dalam mulut.

Harga pinggir jalan: 20-30 baht per porsi.

 

6) Khao-pod (jagung rebus) dan Thua-li-song (kacang kulit rebus)

Ini seperti di kampung halaman saja. Jadi ingat dulu waktu kecil saya sering duduk-duduk di pinggir sawah sambil ngemil kacang rebus dan menikmati pemandangan sapi yang dipecuti pak tani di sore hari (waktu itu ingin rasanya membela si sapi dan berbagi kacang rebus dengannya). Di sini, penjual keliling menaruh jagung rebus yang biasanya jenis jagung manis, kacang rebus, dan kadang kedelai rebus dalam keranjang atau panci besar dan menjaga dagangannya tetap hangat. Jagung biasanya akan dicelup dulu ke dalam larutan garam sebelum disajikan. Begitulah orang Thai makan jagung manis rebus. Mereka tak bisa membiarkan rasa makanan (apa pun) mereka homogen. Terlepas dari rekayasa apa pun yang ahli pertanian Thailand lakukan pada jagung dan kacang tersebut, mereka tetap menjadi favorit saya.

Harga pinggir jalan: 10-15 baht

 

7) Martabak Manis

Maaf, saya belum menemukan nama lokalnya (saya akan meng-update bagian ini setelah saya tahu nama lokalnya). Jajanan ini terbuat dari adonan tepung yang dicampur telur dan pisang digoreng di atas wajan panas berminyak mentega, dan setelah matang ditaburi susu kental manis atau gula pasir. Biasanya, belum tentu selalu, yang menjual jajanan ini adalah pria muslim dari Myanmar atau Laos. Jadi saat anda melihat salah satu dari mereka ada dekat anda dan anda membutuhkan asupan kalori segera, tak ada salahnya anda membelinya. Mungkin lebih baik lagi jika anda memastikan bahwa mereka memang muslim untuk menambah keyakinan anda tentang kehalalalannya dan menambah pesanan anda: kun muselim?

Harga pinggir jalan: 15-20 baht per porsi.

 

8.) Buah

Nah, buah ini adalah makanan yang juga sangat mudah dijumpai di seluruh penjuru kota. Buah kupas biasanya dipajang dalam gerobak kaca beroda dua, di atas es curah yang menjaga buah tetap segar. Buah kupas yang umumnya dijual adalah mangga (ma-muang), pepaya (malakoa), jambu biji bangkok (farang), nanas (sapa-rot), jambu (cham-poo), dan semangka (tang-mo). Buah juga biasa dimakan dengan garam.

Harga pinggir jalan: 10-20 baht per potong/per pak.

 

9) Makanan Ringan alias Snack

Akhirnya, kalau anda tak bisa menemukan salah satu dari yang disebut di atas, anda selalu bisa masuk ke mini market terdekat dan membeli beberapa jenis makanan ringan halal. Bagaimana saya tahu bahwa makanan ringan tersebut halal? Produsen makanan memasang logo halal di bungkus makanan halal yang mereka produksi dan jual. Makanan halal yang bisa ditemui di mini market bervariasi: cracker, biskuit, kripik kentang, permen karet, susu kemasan, kacang kemasan, mi instan dan lainnya.

Harga: 10-30 baht per bungkus.

Itu saja liputan tentang makanan halal pinggir jalan ini. Saya yakin masih banyak lagi makanan halal lain yang bisa jadi pilihan, maafkan saya karena saya sendiri newbie di negeri ini. Harap diingat lagi bahwa selain makanan nomor 9, semuanyan adalah makanan pinggir jalan yang belun tentu bisa diterima dan dicerna sebagian dari kita.

Catatan tambahan:

- umumnya penjual makanan menggnakan minyak berbahan dasar tumbuhan (jagung atau kelapa sawit), tapi anda bisa memastikan lagi hal tersebut ke si penjual.

- Sebaiknya cek juga apakah si penjual juga menjual menu lain yang mengandung babi (muu).

- Ayam goreng dan panggang banyak juga dijual tapi saya menghindarinya karena hampir pasti si ayam tidak disembelih dengan cara islam.

Baca juga tentang beberapa produk halal yang bisa ditemukan di toko-toko dan supermaeket di Thailand.

Wassalam.

About these ads

~ by syafnee on February 15, 2010.

13 Responses to “Makanan Halal Survival di Bangkok/Thailand (bahasa)”

  1. Jadi laperr….

  2. Wow…jadi pengen ke Thailand…Tapi makan apa ya di sana???hehe

  3. Sangat bermanfaat pak blog nya..

    Salam kenal, saya ekapsari. Saya baru saja ditugaskan ke BKK sejak 18 April 2011 untuk bekerja sembari kuliah di Sasin Business School of Chula Univ selama 7 bulan kedepan.. Saya bawa makanan dari Jakarta (rendang + kripik kentang) untuk seminggu.. setelah itu… uhmm.. sepertinya saya harus sering2 buka blog anda.. hihihi..

    anyway, it means alot..

    thanks

    • salam kenal juga.. selamat datang di Bangkok, ya! Banyak temen2 mahasiswa Indonesia yang sekarang sedang kuliah di Chula. So, jangan kuatir, selain info dari blog saya, advis mereka ttg makanan atau apapun yg diperlukan di Bangkok akan membuat mba Ekapsari tenang.

  4. assalamualaikum..
    salam kenal Pak. kebetulan bbrp hari lg sy akan mengunjungi Bangkok, sebentar sj hny utk wisata, tp sempat terfikir jg ttg makanan di sana, khwatir akan kehalalannya. Teman memberikan saran utk memilih seafood sj yg sdh pst halal. Tp sy ragu jg, biasanya pd masakan China seafood atau pun sayuran yg ditumis suka ditambahkan arak (sejenisnya), bgmn dgn seafood atau tumisan sayuran di sana??

    sblmnya terimakasih bnyk atas jawabannya..

    • wa’alaykum salam wwb. di sini air kaldu dari tulang/lemak babi banyak dipakai dalam masakan. jadi kalau pesan makanan (apapun) di resto tak halal, meski seafood, kita tak bisa yakin 100% bahwa makanan itu halal. sebaiknya makan di warung/resto yg sudah jelas halal. coba ekspolre blog ini lbh jauh. ada bbrp info ttg resto/warung halal di sini. salam.

  5. Aslmkm Pak
    Bulan Desember ini saya berencana Seminar di Bangkok, kalo makanan hotel bagaimana yah, halal tidak…oia saya menginap di Hotel Emerald (Ratchadapisek Road, Din Daeng), apakah bapak tahu makanan halal di sekitar hote tersebut
    Terima kasih

  6. i love banana pancake. (martabak manis versi penulis)
    kemaren beli banana pancake didekat democracy monument..harganya sekitar 17 bath.

  7. saya berencana ke thailand, apakah untuk orang yg baru pertama kali ke luar negeri thailan pilhan yg bagus, karna kendala bhs dan makanan yg halal. tq

    • Mba Lei/Haryati, rule of thumb utk org yg ingin ke luar negeri tanpa didampingi biro perjalanan/guide:
      1. Bisa bhs inggris dasar
      2. Tetap tenang di segala situasi.
      Saya kira kalau 2 hal di atas sdh ada di diri mmba Lei, no prob utk berwisata ke Thailand meski ini utk yg pertama kali. Bbrp saran:
      1. Pakai jasa biro operjalanan sbg gaet di sana; kalau tdk:
      2. Cr tm/kerabat yg sdh tgl di thai utk meneMani saat jalan2 di thai nnt; kalau tdk ada:
      3. Tetap bisa jalan2 ke thai, dg catatan: semua agenda jalan di thai sdh hrs dibuat sedetil mgkn eg. Tempat2 apa yg mau dikunjungi, bgmn cara ke tempat2 itu, tinggal di hotel mana. Jd sblm brgkt hrs sdh survey2 lwt internet, termask lwt blog ini. Org thai sama dg kita, tdk semua bs berbicara inggris. Selain itu, tulisan Mrk jg pakai huruf yg beda. Tp umumnya di kota besar dan tmpt wisata, tulisan dibuat dlm alfabet latin disertai bhs inggrisnya.

      Utk makanan halal, mmg relatif sulit. Tp kita bs dpt makanan halal di covenient store spt 7/11 atau family mart. Cuma pilihan tdk byk. Nah, tmpt makanan halal ini jg yg tmsk di survey via internet sblm brgkt ke thai. Blog ini mnyediakan info ttg dmn bs menemukan makanan2 halal.
      Semoga membantu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 43 other followers

%d bloggers like this: