Saya harus memuji bandara udara internasional ini. Suvarnabhumi (kurang lebih dibaca: su-wa-na-pum) adalah bandara yang memiliki bangunan terminal terbesar ketiga di dunia (563.000 meter persegi) dan hingga saat ini masih memegang rekor menara kontrol tertinggi di dunia (132.2 meter). Tapi yang lebih penting bagi saya, bandara internasioanal negara berpenduduk mayoritas Budha ini menyediakan fasilitas untuk muslim berupa musholla dan konter makanan halal.

Saya baru menyadari ada musholla di bandara ini di kunjungan kedua. Saya melihat tulisan ’muslim prayer room’ cukup jelas di papan petunjuk setelah saya check in di konter PAL dalam awal perjalanan saya ke Filipina untuk menemui istri saya, Sarah. Tanda itu berada dekat layanan pembungkusan bagasi (dengan plastik), menunjuk ke lantai 3. Musholla itu berada di gedung keberangkatan, di area penghubung antara penerbangan internasioanal terminal 1 dan 2.

Petunjuk ke arah musholla cukup jelas sehingga mudah untuk menemukan musholla tersebut. Musholla ini cukup nyaman dan bisa menjadi tempat yang tepat untuk mendapat ketenangan di tengah hiruk pikuk bandara. Setelah membuka pintunya, anda akan menemukan tempat wudlu di sebelah kiri. Di dekat tempat wudlu itu, ada jejeran kursi untuk duduk melepas/memakai sepatu atau untuk sekedar duduk-duduk santai. Rak sepatu tersedia dekat jejeran kursi tersebut.

Ruangan sholat juga nyaman, bersih dan sejuk. Ruangan ini dilengkapi jam dinding, karpet ber-shaf, mimbar sederhana, kursi plastik untuk khotib, tanda arah kiblat, dan jadwal sholat digital. Musholla ini saya perkirakan bisa menampung sekitar 80 jamaah pria. Area jama’ah wanita dipisahkan dari area jama’ah pria dengan papan lipat dan bisa menampung sekitar 20 orang.

Saya baru tahu belakangan bahwa ternyata ada dua musholla di bandara yang bernuansa biru (terutama di malam hari) ini. Selain musholla yang telah saya sebut tadi, ada musholla lain di gedung keberangkatan terminal domestik. Cukup mengesankan bahwa kedua terminal (internasional dan domesitik) memiliki musholla masing-masing. Muslim/muslimah dianjurkan untuk sholat dahulu di musholla bandara ini karena tidak ada masjid yang dekat dengan bandara.

Saya belum menjelajah banyak negara (berpenduduk mayoritas non Islam) lain untuk tahu apakah bandara internasional mereka juga memiliki fasilitas beribadah untuk muslim. Saya pernah ke bandara internasional Ninoy Aquino (NAIA) di Manila dan tak menemukan musholla di sana. Seorang muslimah (yang saya kenali dari jilbab-nya) yang saya tanya juga tak yakin ada fasilitas khusus untuk sholat di bandara tersebut. Wajah saya sedikit berseri ketika melihat tanda ’prayer room’. Saya mendekatkan wajah ke dinding kaca ruangan tersebut dan menemukan bahwa itu adalah ruangan dengan bangku-bangku panjang untuk ibadah umat Kristen. Setelah yakin bahwa tidak ada tempat khusus sholat, saya berwudlu di wastafel, menemukan sudut sepi, menggelar sajadah, dan sholat shubuh di situ.

Thailand, salah satu negara non-Islam, sejauh yang saya lihat cukup serius menyediakan fasilitas bagi muslim yang harus beribadah wajib (sholat) lima kali tiap hari. Muslim di negara ini sebesar 7% dari total populasi, cukup signifikan memang. Tapi di bandara, alasan utama disediakannya musholla mungkin lebih karena jumlah turis muslim yang cukup besar.

Thailand dikenal salah satunya karena tempat-tempat wisatanya yang indah. Negara ini menjadi salah satu tujuan utama bagi turis internasional termasuk mereka yang berasal dari negara berpenduduk mayoritas Islam, terutama dari negara-negara Timur Tengah, Indonesia, Malaysia, Brunei, dan sebagainya. Saat ini lebih banyak lagi turis dari Timur Tengah datang ke Thailand untuk tujuan lain yang memang ditawarkan Thailand secara serius: wisata medis.

Dengan makin banyaknya pendatang muslim, bisnis makanan halal juga berkembang. Di bandara Suvarnabhumi, ada beberapa konter yang menjual makanan halal di antara restoran-restoran di lantai 3. info lebih lanjut tentang ini ada di posting selanjutnya : Suvarnabhumi – Makanan Halal (bahasa).