Jimbaran Bali, MBKIndonesian Food By Jimbaran Bali, dibuka 11 Desember 2009, membuat warga  Indonesia yang tinggal di Bangkok tersenyum bahagia setidaknya karena mereka punya pilihan lebih untuk melepas rindu makan makanan khas Indonesia. Sebelumnya warga Indonesia bisa memasak sendiri atau datang ke kantin KBRI kalau kangen makan makanan rumahan Indonesia. Beberapa foto ada di bawah artikel ini.

Restoran ini berada di The Fifth Food Avenue, Lantai 5 MBK Mall. The Fifth Food Avenue ini adalah tempat makan nyaman dan cozy dengan konsep kumpulan beberapa resto berukuran seragam yang menyediakan masakan dari berbagai negara di satu lokasi yang sama.

Indonesian Food By Jimbaran Bali dimiliki oleh Dicky Surya (asal Bali) dan rekan lokalnya Annop Vongchumpit. Selain sebagai owner, Dicky juga merangkap sebagai general manager dan turun tangan langsung dalam pengelolaan harian restorannya. Sebelum membuka restoran ini, Dicky bekerja di bidang properti di Bangkok selama kurang lebih satu setengah tahun. Saat itulah dia bertemu dengan rekan bisnisnya sekarang, Khun Annop Vongchumpit, yang hingga saat ini masih bekerja di properti.

Dari namanya, orang mengira menu lebih banyak makanan Bali. Tapi yang tersedia di sini lebih mewakili masakan nasional. Lihat menu di tabel di bawah. Hingga saat ini, soto ayam dan nasi goreng adalah menu-menu best seller. Kisaran harga makanan di restoran ini antara B80 hingga B495.

Dicky menjelaskan bahwa rasa makanan di restorannya dipertahankan orisinil Indonesia dan untuk itu, pria dari Bali ini mempercayakan makanan diracik dan dimasak oleh main chef dari Indoenesia. Bumbu-bumbu sebagian besar tersedia di pasar lokal, tapi bumbu seperti kemiri tak tersedia di sini dan harus didatangkan langsung dari Indonesia.

Bahan makanan lain juga masih harus didatangkan dari Indonesia karena tak tersedia di Thailand atau kalaupun ada, rasanya berbeda dari bahan-bahan lokal Indonesia. Dicky secara rutin meminta kakaknya di Indonesia mengirimkan kecap manis, kemiri, emping belinjo, dan beberapa bumbu penyedap. Bumbu penyedap rasa juga ‘diimpor’? Ya. “Bumbu penyedap dari Thai rasanya beda, mereka lebih banyak memakai bawang putih, sedangkan di kita lebih banyak memakai bawang merah,” jelasnya.

Ketika ditanya tentang pelanggan, Dicky mengatakan bahwa muslim dari Asia adalah pelangan utamanya. Dia memberi keterangan lebih detil, “Kurang lebih customer Indonesia 25%, Thai 5%, Asing 30%, 40% Muslim Asia (Brunei, Malaysia, Singapore, dan Philippines).”

Apakah ada cerita unik tentang pelanggan? “Ada, biasanya datang dari pelanggan India. Maaf, ya, bukan bermaksud rasis. Mereka kadang minta hal-hal yang agak ‘ganjil’, minta dibuatkan ini dan itu, pokoknya selalu minta sesuai dengan keinginan mereka. Terkadang jika dia pesan nasi goreng seperti yang ada contohnya (contoh plastik) mereka ingin waktu penyajian warna nasi gorengnya juga seperti itu, dan saya coba untuk menjelaskan ke mereka kalau itu hanya contoh plastik tapi dia tak peduli, hahaha…. makanya agak deg-degan jika sudah menerima pelanggan India,” jelasnya sambil tertawa.

Selain itu, ada juga beberapa pelanggan yang terlanjur lengket dengan kepribadian Dicky yang ramah. “Ada beberapa pelanggan yang tidak mau pesan jika saya tidak ada di counter. Mereka kadang sudah datang tapi mau menunggu saya sampai saya ada di counter baru mereka mulai order makanan,” ujarnya sambil tersenyum lebar.

Sebagai penutup, Dicky menjelaskan motivasinya membuka restoran Indonesia di Bangkok ini. “Saya melihat peluang karena di Bangkok sendiri tidak ada restoran Indonesia di tempat yang tiap saat bisa dikunjungi. Ini menurut pengalaman pribadi saya sewaktu masih bekerja di properti, saya pernah kangen banget sama masakan Indonesia dan mencari-cari di google. Hanya ada satu tempat masakan Indonesia di kantin KBRI. Jam bukanya pun menyulitkan saya untuk sekedara mampir ke sana, karena tiap pulang kantor, mereka sudah tutup duluan. Jadi dari situ saya berani ambil resiko unuk resign dari pekerjaan lama dan mengambil kesempatan bisnis ini.”

Detil restoran :

Nama : Indonesian Food By Jimbaran Bali

Lokasi : The Fifth Food Avenue, Lantai 5 MBK Mall

Telp. :  +66860052569

Buka : Senin – Minggu, jam buka dari jam 10 pagi – 10 malam.

Akses : BTS (sky train), stasiun National Stadium (peta lokasi lihat disini )

Servis tambahan : Anda bisa pesan makanan sebelum datang atau sehari sebelumnya.

 

Lihat juga posting berikut:

MBK Center (Mah Boon Krong) – Belanja dan Makan Halal (bahasa)

 

Dicky, owner

Dicky, owner

The Fifth, MBK

The Fifth, MBK

 A muslimah customer

A muslimah customer

Indonesian Food by Jimbaran, Bali

Indonesian Food by Jimbaran, Bali

Halal logo

Halal logo

Indonesian Food by Jimbaran, Bali (front view)

Sate lilit

Sate lilit

Models

Models

Corner view

Corner view

A customer placing order

A customer placing order