Jaman dulu, ada seorang raja tua nan buruk rupa. Meski pun dia sangat berkuasa, tapi dia tak bisa mendapatkan cinta dari seorang putri muda nan cantik yang selalu menolak lamarannya. Lalu sang raja berkonsultasi pada seorang pertapa bagaimana cara mendapatkan hati sang putri. Si pertapa kamudian meminta tiga hal yang kalau digabungkan akan berubah wujud menjadi sebatang pohon durian. Setelah apa yang diminta si pertapa dipenuhi dan si pertapa merapal mantranya, benar saja, sebatang pohon durian lengkap dengan buahnya yang matang terwujud.Kemudian sang raja mempersembahkan buah durian tersebut pada sang putri atas saran si pertapa. Sesaat setelah sang putri memakan buah aneh beraroma wangi itu, seketika dia jatuh cinta pada sang raja dan akhirnya mereka pun melangsungkan pesta pernikahan. Namun, sang raja lupa mengundang si pertapa. Karena sakit hati, si pertapa mengutuk buah itu hingga menjadi buah yang berbau busuk dan kulitnya berduri.  

Tentu saja itu hanya mitos. Faktanya durian diciptakan tuhan dengan kasih sayang untuk memanjakan manusia. Tapi anehnya, sebagian manusia menganggap buah ini benar-benar berbau busuk seperti kutukan si pertapa yang sakit hati. Ketika ditanya deskripsi tepatnya seperti apa bau durian bagi golongan pembenci durian ini, jawabannya cukup menggelikan.  

Menurut mereka, baunya seperti bawang merah atau bawang putih digabung dengan bau kaki. Selain itu ada yang menggambarkan baunya seperti bau kaus kaki yang tak dicuci selama sebulan, keju yang terlalu matang, ikan yang membusuk, atau tumpukan sampah kota di musim panas. Wah, gambaran apa-apan ini? Saya sebagai pecinta durian tak bisa menerima imajinasi negatif ini.  

Tapi apa boleh buat, syaraf orang-orang tersebut memang menangkap bau-bauan dengan deskripsi mereka itu. Biasanya mereka ini adalah orang-orang asing dari benua lain di mana durian tidak tumbuh dan merakyat. Berbeda dengan kebanyakan orang Indonesia, Thailand, atau Malaysia. Mereka ini menghargai durian setinggi-tingginya hingga julukan ‘raja buah’ dinobatkan pada si Durio zibethinus Merr.  

Orang-orang asing dari benua lain tersebut misalnya sturadara dan penulis naskah terkenal Ethan dan Joel Coen (yang dikenal dengan Coen bersaudara atau ‘sutradara berkepala dua’ dan pernah bekerja sama dengan Geroge Clooney dalam tiga filmnya). Mereka menempatkan durian dalam golongan ‘barang-barang paling bau di dunia’.  

Ahli sejarah juga melaporkan bahwa Sir Stanford Raffles, yang menetapkan Singapura sebagai pos perdagangan Inggris Raya tahun 1819, menekan hidungnya kuat-kuat dan lari menjauh setengah ketakutan dari sumber bau durian. Hm, menarik juga. Mungkin dulu kita bisa menggunakan durian untuk melawan imperialis barat.  

Namun seorang Inggris lain tak setuju dengan Sir Raffless. Alfred Russel Wallace, seorang ahli botani, memuji durian sebagai ‘puding susu yang ditebari kacang almond’. Agak berlebihan, tapi saya menyukai deskripsinya.  

Seperti pengecualian di atas, ada juga orang asia yang membenci durian. Bibi saya yang dari negeri Cirebon misalnya, akan menunjukkan gejala yang sama seperti yang ditunjukkan Sir Stanford Raffles. Bahkan makanan olahannya seperti jenang atau lampok durian akan membuat dahinya berkerut hebat dan secara refleks menarik tubuhnya ke belakang. Ini mirip seorang acrophobic yang ditanya apa dia mau ber-bungee jumping.  

Bagi mereka, buah ini ‘taste and smell like hell’. Saya selalu curiga mungkin ada yang salah dengan susunan syaraf pencium dan perasa mereka. Tapi tentu saja itu kecurigaan subjektif dari seorang yang menganggap durian sebagai buah dengan ‘taste and smell like heaven’ dan seorang yang mensyukuri nikmat tuhan.  

Saya kira ‘love-and-hate game’ pada durian ini lebih karena kebiasaan, sensitivitas, atau kemungkinan ‘kesalahan pada perkenalan pertama’ yang efeknya memanjang sampai saat ini. Seperti sepupu saya yang tak menyukai papaya hanya karena dulu waktu kecil dia tak sengaja memakan papaya setengah busuk. Sampai sekarang, papaya masuk dalam keranjang daftar buah yang dibencinya.  

Oya, mengenai baunya yang kuat itu, banyak orang mempertanyakan apakah durian adalah buah yang sehat? Ternyata nilai nutrisi durian ada di sisi yang baik bagi kesehatan yang karenanya membuat beberapa orang tetap mengonsumsinya meski mereka tak menikmati baunya. Daging buah durian adalah sumber karbohidrat, protein, serat, dan energi. Durian mengandung sedikit kolesterol. Selain itu, durian memiliki kandungan besi yang tinggi. Kandungan nutrisi lain terdiri dari Vitamin B, C, dan E serta asam amino.  

Tapi tunggu dulu. Apa pun kalau dikonsumi berlebihan tidak baik, begitu juga dengan durian. Buah ini terkenal sangat tinggi kalori. Jadi orang-orang yang menderita kelebihan berat badan/obesitas, tekanan darah tinggi, sakit jantung dan diabetes, harus sangat berhati-hati memakan durian. Orang sehat penggila durian dianjurkan untuk tidak makan durian lebih dari 2 segmen per hari. Tengok akibat fatal dari kebanyakan makan durian di posting  Durian bagian 2.  

Well, itu saja dulu cerita durian bagian 1. Di posting Durian bagian 2, saya akan bercerita sedikit tentang durian di Thailand.  

Esplanade Singapore

Esplanade Singapore

 

Tahukah Anda? 

Gedung Esplanade di Singapura juga disebut “The Durian” oleh orang-orang setempat karena bentuknya yang mirip durian