Anda bukan orang Thai? Anda perokok? Anda sedang berada di Bangkok? Kalau ya, ya, dan ya, sebaiknya anda selalu menyadari di mana anda membuang puntung rokok anda. Kalau anda tidak mau berurusan dengan petugas dan denda besar, maka sebaiknya anda tidak membuang puntung rokok atau sampah kecil (apalagi besar) lain sembarangan di tempat umum yang ramai turis. Sekedar anda ketahui, anda bisa saja menjadi sasaran thetsakij yang memang sengaja mengincar turis melakukan kesalahan kecil ini dan menjadikan turis yang tertangkap sebagai tambang uang bagi mereka.

Berita di harian Bangkokpost kemarin (29/8) mengungkapkan banyak orang asing yang mengeluh bahwa mereka telah ‘dibakar’ oleh para inspektur yang dbentuk pemerintah daerah Bangkok Metropolitan Administration (BMA). Para inspektur yang biasa disebut ‘polisi rokok’ atau thetsakij dalam bahasa Thai ini memang bertanggung jawab khusus untuk menindak pelanggar dalam urusan rokok.

Sekilas memang tugas kesatuan bentukan BMA ini tampak bagus: memastikan penerapan hukum bagi perokok aktif. Saya tidak ingat apakah Indonesia mempunyai kesatuan macam ini. Namun dalam prakteknya, banyak keluhan dari orang asing bahwa para petugas memanfaatkan kewenangan mereka hanya pada orang-orang asing dan membiarkan orang-orang lokal yang melanggar aturan. Hal ini membuat kesan dari frase ‘standar ganda’ di Thailand makin tebal di kalangan orang asing.

Untuk membuktikan keluhan para turis ini, sebuah kelompok peneliti membuat badan bernama Spectrum, untuk meyelidiki kejadian di lapangan dan mengklarifikasi keluhan para turis. Mereka berharap temuan dan kesimpulan mereka bisa memberi masukan ke BMA karena ini menyangkut reputasi Bangkok dan Thailand sendiri di mata turis asing yang merupakan bagian penting dari ekonomi Thailand.

Saat membaca pertengahan artikel di harian tersebut saya agak terkejut. Salah satu korban yang didokumentasikan Spectrum dan dimuat di harian nasional itu adalah orang Indonesia. Inilah salah satu alasan saya membuat posting ini. Sebelum saya berbagi kisah tentang seorang Indonesia yang harus berurusan dengan thetsakij itu, berikut adalah kisah tentang dua turis Jerman.

Dua Orang Wanita Jerman Didenda pada 12 Agustus 2010

Lokasi kejadian di jembatan penghubung antara Siam Discovery dan MBK. Dua turis Jerman yang masih muda ini didekati seorang thetsakij, yang meminta mereka untuk mengikutinya ke sebuah meja. Di sana si petugas menunjukkan secarik kertas tentang hukum di Thailand. Seorang peneliti Spectrum mengamati dari jarak aman dan mengambil foto thetsakij yang sedang beraksi dan ‘korbannya’. Kedua wanita Jerman ini tampak bingung dan kesal. Salah satu dari mereka tampak meminum air putih berulang-ulang dari botol airnya.

Dua turis Jerman yang sedang 'diproses (Credit: Bangkokpost)

Dua turis Jerman yang sedang 'diproses (Credit: Bangkokpost)

Mereka kemudian pergi dan peneliti Spectrum mendekati mereka, mengenalkan diri, dan mulai mewawancarai para turis Jerman itu. Mereka bercerita,”Kami sedang berlibur di Thailand. Saya melempar puntung rokok di jembatan itu, lalu seorang polisi membawa kami ke sebuah meja dan meunjukkan selembar kertas tentang regulasi di Thailand dan meminta kami membayar denda 2,000 baht. Dia menekan kami untuk membayar. Saya akhirnya membayarnya hanya untuk segera melepaskan diri dari orang itu. Dia tidak memberi kami tanda terima. Tapi kami tidak ingin berdebat dengannya. Saya tidak suka bagaimana kami diperlakukan. Kami mengunjungi Thailand untuk pertama kalinya dan kami tidak memiliki banyak uang. Kami tidak akan datang lagi. Ini benar-benar menjijikkan.”

Kasus Pak Anwa pada 14 Agustus 2010

Dua hari setelah kejadian di atas, para peneliti Spectrum mendapati kejadian yang sama di tempat yang sama. Kali ini ‘korbannya’ adalah Pak Anwa (40 tahun), seorang turis dari Indonesia. Ada pembaca yang mengenal beliau?

Pak Anwa membuang puntung rokok di jembatan Siam Discovery-MBK karena dia tidak melihat tanda dilarang membuang sampah dan tidak bisa menemukan keranjang sampah. Lalu dia didekati seorang thetsakij dan proses yang sama terulang. Namun dia menolak untuk membayar. Petugas lalu mengancam akan menangkapnya dan menyuruhnya datang ke pengadilan. Pak Anwa tetap mendebat thetsakij yang akhirnya melepaskannya. Kejadian ini diamati dan didokumentasikan oleh peneliti-peneliti Spectrum.

Pak Anwa (kiri) yang juga 'diproses' (Credit: Bangkokpost)

Pak Anwa (kiri) yang juga 'diproses' (Credit: Bangkokpost)

Simak wawancara peneliti Spectrum dan Pak Anwa di bagian akhir tulisan ini.

Itu adalah dua contoh dari banyak kasus yang didokumentasikan Spectrum. Dalam operasinya, seringkali peneliti Spectrum dicurigai oleh thetsakij karena memfoto kejadian dan mewawancarai korban, meski para peniliti selalu mencari jarak dan tempat aman untuk wawancara.

Tempat-tempat yang diidentifikasi menjadi wilayah operasi thesakij adalah:

  • Jembatan penghubung Siam Discovery dan MBK
  • Benjasiri Park dekat Plasa Emporium
  • Lokasi antara Shukumvit Soi 2 dan 4

Kesimpulan dari penelitian Spectrum antara lain, semua orang, Thai atau farang (orang asing), sepakat bahwa BMA harus membuat Bangkok bersih dan peraturan tentang kebersihan harus ditaati semua orang. Mayoritas orang mengatakan bahwa thetsakij haru mengambil pendekatan yang lebih lunak untuk turis yang baru pertama datang ke Thailand dan bisa lebih keras untuk orang asing yang telah tinggal di Thailand beberapa tahun. Harus ada lebih banyak tanda/marka kebersihan dalam berbagai bahasa dan tempat-tempat sampah harus diletakkan di tempat yang seharusnya. Khusus untuk thetsakij, mayoritas korban yang diwawancara menyarankan sebaikanya mereka memberi bukti pembayaran dan berhenti menggunakan taktik menakut-nakuti (seperti yang disaksikan oleh para peneliti Spectrum).

————————————————————————————-

Berikut adalah wawancara Spectrum dan Pak Anwa seperti dimuat di Bangkokpost online (29/8).

Q: TELL ME HOW YOU WERE CAUGHT BY THE CITY INSPECTORS?

A: I came here to shop and I didn’t know whether it is illegal in this area to litter. After finishing a cigarette, I looked for a bin, but there were none, and not a notice, poster or a sign. I tried to find a bin for a long time, but couldn’t find one, so I dropped my butt into the drainage system.

Q: How did the city inspectors treat you?

A: When they caught me, the man spoke to me in Thai, which I don’t understand. Then he said in English: “Come with me.” Are you police, I asked him. He replied: “Yes, come with me.” I said, if you are a policeman then it is okay. He was dressed like a policeman, but I didn’t know if the police in Thailand look like that. After, he told me to sit down and asked for my passport.  I asked, are you the police? “Passport,” he said again. He didn’t give his reason to stopping me. Then he showed me a piece of paper and said: “Do you understand?” I replied that I didn’t understand. I told him that you didn’t put any signs against smoking and littering on the skywalk. If you want people to follow the rules, please put the signs up and bins, so the people know about it. And if they still litter then you can fine them, but if the people don’t know, how can you fine them?

Q: What happened next? 

A: The officer said: “If you go to court then you must pay a lot of money. I just want 500 baht.”

Q: Did you pay?

A: No, I didn’t pay and told them: “You guys didn’t put any sign or bin up here.” His friend then said: “The bin is in front of the door.” I don’t know and I don’t care if the bin is over there. If you want to fine me here, you have to put the bin here.

Q: What happened after you refused to pay?

A: He wanted to have me arrested and taken to the police station. I took a picture of him because I didn’t know if he was a real policeman or not or a real government official or not.  Then I said to one man who was very arrogant: “If you do with me like that, I will report you. I took your picture because I don’t know your name. He then gave me a paper in Thai writing and told me: “Sign. This is a warning for you.”

Q: What did you sign?

A: I don’t know.

Q: Then, did you get a warning instead of paying?

A: Yes. I was told to wait there for 10 minutes because the police were coming to take me to the police station. I said, are you the police or are you the immigration? I don’t know the law in Thailand, but I know the rules. I am a tourist, so people who want to take my passport must be from immigration.

(end of interview)