Berikut adalah informasi berbobot dari rekan Kriswanto Widiawan tentang School of Management (SOM) AIT. Beliau adalah mahasiswa S3 di SOM-AIT, bidang Management of Innovation and Enterpreneurship.  “Saya mau promosi School of Management (SOM) Asian Institute of Technology (AIT) di Klong Luang, propinsi Pathumthani, 42 km utara Bangkok. Agak panjang supaya komplit ceritanya…..”

Academic:

Dosen, Karyawan, student-nya dari 41 negara, 5 benua komplit ada di sini, 99% tinggal di dalam kampus (dormitory), jadi kuliah, diskusi setelah kuliah, ke laboratorium (24 jam), ke library (jam 8-22 atau 08-01 pagi waktu ujian) sangat mudah. Kadar internasionalnya sangat terasa.

Ada subsidi laptop buat mahasiswa baru 50%, dan library-nya berlangganan database jurnal yg murah sampai mahal (ABI/proquest, springer, sciencedirect, scopus, emerald, dengan biaya 1 M sampai 2,5 M rupiah untuk masing2 database jurnal per tahun). Ini yg bikin pusing library di Indo, jarang bisa langganan database juranl komplit. Dosen2-nya juga banyak yg jadi editor jurnal internasional.

Untuk beasiswa, apply saja ke AIT, visit (www.ait.asia), nanti AIT yg mencarikan. Ada yg dapat dari kerajaan Thai (tiap tahun ketemu princess Sirindorn di Chitlada palace), ada juga yg dapat dr pemerintah Belanda, Asian Development Bank (ADB), dll. Besarnya berbeda-beda. AIT sendiri juga memberikan beasiswa parsial.

SOM AIT diakui Asia Inc. sebagai ranking 3 sekolah bisnis di Asia Pasific (2004) dan no. 1 di Thailand Bangkok Post 2006 hasil kuesioner ke 1000 manajer di Thailand dan 400 dekan sekolah bisnis di dunia, mengalahkan Sasin Chula.

Marketingnya fokus ke international marketing. Di AIT juga ada kuliah bersama school lain (engineering, agriculture, environment dll) misalnya soal gender, sustainable development, dll. Kita bisa ambil kuliah di jurusan lain juga. Yg engineering top banget di sini. Fasilitasnya sangat lengkap. Gedung, lab, dormitory, dosen, banyak dibantu pemerintah2 luar Thailand, karena ambassador2 negara sahabat jadi anggota Board of Trusteesnya. Makanya ada dosen jepang, Korea, dll, digaji pemerintah masing2, mengajar di AIT. AIT tidak keluar uang buat mereka. Ada yg 2 tahun, 4 tahun.

Di belakang AIT dan Thammasart ada Thailand Science Park tempat industry dan bisnis serta univ bertemu. Kita bisa internship atau visit ke sana, ketemu CEOnya.

Mau training atau belajar SAP, ada AIT extension. Adja juga Yunus Centre (pemenang Nobel dari bangladesh), AIT consulting, perpanjangan badan PBB dan berbagai kantor riset internasional bertempat di AIT. Suasana akademiknya terasa.

Culture:

Kami di sini berorientasi internasional. Jadi masuk tepat, pulang tepat, janjian sama dosen juga tepat. Baju bisa kaos (biasanya yg bule pakai tank top, kemben), boleh pakai sandal, bawa kopi, sandwich ke kelas (ada mesin kopi dan small cafeteria di tiap building). Ada acara cultural show, lalu festifal budaya/hari agama Nepal, India, dll. Tiap tahun, saat welcome show, tiap negara mesti menunjukkan atraksi budayanya. Juga ada couple parade (Mr and Ms) dari tiap negara pakai baju daerah/nasional masing2. Kita bisa belajar budaya dari teman2 dari 41 negara. Ini penting buat cross cultural understanding supaya siap kerja di dunia internasional atau di multinational companies. Kita tahu cara menghadapi orang China daratan, atau Taiwan, India, Nepal, Bhutan, Khazakhtan, Bule, dll.

Trip:

Tiap semester ada trip. Ada yg sekitar bangkok saja, free buat mhs baru. Ada juga beberapa hari di luar kota, misalnya ke Chiangmai/ChiangRai/ Maesai/Golden Triangle/menyusuri sungai mekong, Trang, Phuket, juga pernah ke Kuala Lumpur, Singapore by bus. Biayanya murah, namun layanan bagus, karena ada subsidi.

Sekolah Anak:

Jika mau bawa keluarga, tersedia dorm keluarga, ada yg AC ada yg non AC. Untuk sekolah anak, ada sekolah internasional di dalam AIT untuk mengakomodasi anak student, staf dan dosen, mulai play group, kindergarten sampai kelas 6 SD saja. Anak2 yg nggak kenal bahasa inggris, bahkan karakter latin, ditanggung dalam 2 bulan sudah bisa bertengkar dengan temannya pakai bahasa inggris. Ditanggung orangtuanya malu karena kalah pinter inggrisnya sama anak2nya. Maklum, full day school. Pulang sekolah, taruh tas, ambil sepeda, keluar lagi main sama teman2nya dari 5 benua, cari pohon/biji kersen dll. Nggak ada PR, Ulangan, dll, pokoknya semua dibereskan di jam sekolah. Orangtua pasti senang karena nggak usah dipusingin ngajarin anak di malam hari lagi.

Biayanya, untuk anak student murah sekali. lebih murah dari sekolah biasa di Indo. anak staf lebih mahal dikit. anak dosen juga lebih mahalan lagi. Untuk orang luar AIT, paling mahal. Namun masih lebih murah dari pada sekolah internasional di Bangkok. Pengajarannya bagus, pakai kurikulum british, max 22 anak, 2 guru (guru utama dan asisten). Guru membagi anak2 dalam 3 kelompok, cepat belajar, sedang dan lambat. Jadi gurunya mengajar 3x, muter, supaya anak yg cepat belajar nggak nunggu yg lambat, yg lambat nggak pusing karena kecepetan.

Kelasnya fleksibel. bisa di kursi, bisa di duduk bawah. Guru tidak mengajar terus, lebih berfungsi sebagai fasilitator. Anak anak ada project, misalnya belajar gunung berapi, atau kambium pohon, anak-anak bisa pakai material yg disediakan di sekolah, namun kadang keluar kelas, cari material di sekitar sekolah/rumah (di dalam kampus), dibikin di atas kertas tebal, digarap bersama grup, lalu dipresentasikan. Di kelas ada locker, jadi buku2 paket yg berat tidak usah dibawa pulang. Kasihan anak2 di Indo yg ranselnya berat sampai bungkuk punggungnya.

Tiap akhir semester orangtua diundang untuk menghadiri presentasi anaknya (project science). Lalu diakhiri pesta kelas. anak2 bawa makanan dari negara masing2. Lalu kita makan bersama. Orangtua diundang juga. kita bisa saling cerita ini makanan apa, bikinnya bagaimana dll. Seru banget.

Tiap minggu anak2 ada show and tell. Misalnya bawa wayang. Lalu disuruh cerita wayang itu apa, bagaimana. nanti anak2 lain tanya, dia jawab. Ada juga award buat anak2, yg paling rajin, paling suka bantu, paling ini, paling itu, semua anak dapat. ada sertifikatnya. Itu tiap bulan. seneng banget anak2. Ada juga sport competition. Orangtua juga boleh ikut, balapan lari mundur.

Sport:

AIT punya lahan yg sangat luas. ada lapangan golf 9 hole, lapangan sepakbola besar (1) dan kecil (2), bulutangkis, voli, basket, pingpong, juga ada Gym, tenis lapangan, squase, cricket di lapangan bola. Di sekitar lapangan bola atau basket, di dekat dorm, juga kadang ada shooting film/sinetron Thai. kitanya aja yg nggak ngerti yg mana bintang filmnya yg terkenal, jadi nggak ada yg berburu tanda tangan. Di Hotel AIT kita juga bebas berenang. Biasanya pagi/sore banyak yg lari2, jogging, dll. Tiap tahun ada pertandingan sport antar negara student. ada tarik tambang juga.

Makanan:

Ada komplit deh, yg halal, vegetarian, india/south asia, Thai, western, vietnam, ada di sini. Ada cafeteria besar, ada cafeteria di tiap fakultas/building, ada snack bar Indian food, ada vietnamese resto, student union Cafe, restoran Thai di pinggir lapangan golf, ada penjual makana Thai di pinggir Kolam Bebek, ada juga restoran internasional di Hotel AIT (AIT Convention Centre). bosen dengan yg ada di AIT, kita bisa nyebrang jalan ke Thammasart Hospital (depan) atau di Cafeterianya Thammasart Univ (belakang).

Tiap tahun ada food fair. Tiap negara ngeluarin masakan/makanannya, dilombakan dekorasi stand-nya. Biasanya Indo juara, karena tema kita bagus.

Kalau bawa istri, istri bisa tukar masakan sama istri student/dosen dari jepang/korea/kazhakstan/india dll. Istri juga bisa saling belajar misalnya bikin makanan dari Taiwan, Nepal, bikin roti dari istri dosen jepang, dll. Bisa juga tukar coin/uang kertas buat koleksi uang berbagai negara.

Belanja:

Di dalam kampus ada grocerry, bengkel sepeda, outletnya 108 (minimart), bookstore, potong rambut, laundry, bank, coffee shop, UFM bakery, toko baju, souvenir, bunga, travel agent, kios makanan, dll. pokoknya tidak keluar AIT, masih hidup deh. Ibaratnya kota mandiri. Dulu ada pompa bensinnya juga, sekarang sudah ditutup, secara ekonomis kurang layak mungkin. Maklum, yg pakai mobil staf, dosen dan student Thai + visitor saja.

Kalau mau ke mall, ada future park, 15 menit by bus. komplit banget. Mau nonton, belanja, bowling, semua tempat perbelanjaan yg terkenal ada di sini juga.

Rumah Sakit:

Di dalam kampus ada klinik dokter dan spesialis. ada perawat jaga 24 jam. juga ada ambulance (+pemadam kebakaran). Kalau butuh penanganan lebih, kita tinggal ke sebelah, Rumah Sakit Thammasart (Thammasart Univ). Dokternya muda2 tapi pinter, banyak yg lulusan US juga. Kita dicover asuransi. mau ke RS lain juga boleh, namun ada plafonnya tergantung kelas asuransi yg kita ikuti. mau RS yg kelas internasional dengan fasilitas penerjemah bahasa Indonesia, dokternya semua dari US, ada juga di bangkok, dengan harga yg mahal tentunya.

Transportasi:

Menuju AIT atau dari AIT ke luar, ada bus, van, taxi.

Religion:

Di dalam kampus ada prayer room dan ada acara pengajian buat yg Islam, kapel Katolik (sewa 1 kamar dorm), lalu ada persekutuan kristen katolik, ada gereja (sewa kelas) juga buat yg kristen AITCF, katholik AITCC. Yg Budha ada meditasi.

Environment:

Jangan tanya soal ini. Pasti suka. Banyak pohon, ada hutannya, banyak burung, biawak/lizzard besar kecil, kolam2, ikan. Anak2 bawa pinggiran roti tawar, dikasih ke ikan2. Senang sekali lihat ikan berebut roti. Kadang tamu bule datang, bawa kamera dengan lensa sangat panjang, berburu foto burung ke hutan AIT. Banyak burung yg jarang terlihat di tempat lain. Bangun tidur pagi kita dengar burung, siang, sore, burung2 jalan2 di dekat kita, di jalan2. Ada bangau berjemur diri, merentangkan sayap di belakang gedung kuliah. Suatu saat dosen berhenti ngajar, bilang ke kita supaya lihat ke luar (dinding dari kaca), ada bangau lagi pamer sayapnya, mandi matahari di tepi kolam (dg teratai) di belakang gedung kuliah. semua tampak hijau. Udaranya enak banget. Karena luas, kita bisanya pakai sepeda di dalam kampus. Teman2 di bangkok yg mau ke AIT, coba deh naik bus 29 atau 39 atau 510. atau van dari victory monument atau BTS Mochit. sesekali liburan ke AIT, refreshing.

By the way, kita happy. Datang, ada penyambutan di airport, dijemput pakai van. Ada welcome show, ada pemutaran film, ada TV cable, internet di kamar dan semua area AIT, telpon di kamar, ada welcome party, ada welcom trip, lalu midterm trip, final trip (liburan).Welcome partynya ada terus, diadakan student union, diadakan permitha (persatuan mhs indo di Thailand), diadakan pengurus religion masing2 dari Indonesia, diadakan di tempat ibadah masing2 (internasional).

Namun ….

Jangan tanya juga assignment-nya. Kita mau senang, enjoy, tapi bertanggungjawab. tugasnya banyak, dapat banyak ilmu. Makanya plesetan AIT adalah assignment institute of tech. Jadi kalau ke AIT harus siap pesta, trip, belajar culture, dan melek (assignment). Anehnya, kita jam 3 pagi di AIT itu masih bisa melek (untuk belajar, bukan nonton TV cable). Karena semua masih melek. Coba di Indonesia, belajar sampai jam 12 malam rasanya sudah payah banget, maklum, tidak ada lagi orang belajar di jam itu. Environment (lingkungan belajar) sangat berpengaruh. Kalau banyak temannya yg belajar, jadi semangat deh. jangan kuatir.

(dimuat di groups.yahoo.com/group/indobangkok)