Saya telah berpuluh kali menerima e-mail yang berujung ‘sebarkan pesan ini ke orang-orang terdekat anda’ yang isinya sebagian memang sangat berguna dan berpotensi menyelamatkan jiwa. Sayangnya, saya lebih sering menerima e-mail sampah yang tentu saja saya tutup setelah saya membaca paragraf pertama. Hal ini membuat saya terbiasa membiarkan e-mail lain semacam ini dalam inbox – yang sebetulnya berguna – tanpa saya teruskan ke ‘orang-orang terdekat’. Tapi tidak di blog ini. Saya baru membeli buku bagus tentang ‘worst case scenario’, yang, mulai saat ini akan saya bagikan sepotong demi sepotong kepada anda. Dengan ini, saya luncurkan seri ‘Survival Skill’ (yang akan muncul sebagai satu kategori baru ‘Survival Skill Series’ di kolom kategori, dengan harapan bisa membantu pembaca bersiap ketika mengalami ‘skenario terburuk’. Seri ini diekstrak dari buku karangan Joshua Piven dan David Borgenicht, berjudul ‘THE COMPLETE WORST-CASE SCENARIO SURVIVAL HANDBOOK’. Mari kita mulai seri ini dengan kasus yang ringan dahulu: cegukan (hiccups).

***

Cegukan tentu saja tidak mengancam jiwa, tapi berpotensi mengganggu terutama di saat yang tidak tepat, seperti saat anda presentasi bisnis, siaran radio, dan sebagainya. Jadi, bagaimana mengatasi cegukan?

ISI GELAS BERBIBIR TINGGI DENGAN AIR. Tahan gelas di depan anda lalu membungkuklah di atas gelas itu, sehingga mulut anda menyentuh bibir gelas yang terluar (yang jauh dari badan anda). Miringkan gelas itu sehingga dasar gelas mendekati anda dan bagian atas gelas menjauhi badan anda. Minumlah air seperti posisi di bawah.

Nantikan seri berikutnya.

Wassalam.

***