Berikut adalah tulisan blogger tamu yang adalah kenalan baru saya, Mas Yogi Sidik Prasojo. Beliau adalah mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada yang saat ini belajar di Universitas Maejo, Chiang Mai, di bawah program internship yang diadakan universitas tersebut. Posting aslinya beserta cerita-cerita seru Mas Yogi tentang pengalamannya tinggal di Thailand (terutama di Chiang Mai) bisa disimak di blog-nya: sidikprasojo.wordpress.com

————————————————————————————————————————————————–

Melewati daratan Yangon hingga tiba di Chiang Mai. Bandaranya kecil tetapi cukup bersih. Orang-orang berbaris menunggu penumpang. Mr.Yogi Sidik Prasojo, dijemput oleh mahasiswi dari Universitas Maejo. Lega tidak perlu menunggu lama. Menggunakan mobil bewarna silver melaju kencang menuju Universitas Maejo.

Faculty of Animal Science and Technology terletak di bagian timur Universitas Maejo. Disamping jalan tidak tampak seperti jalan kampus melainkan rumah-rumah yang menjual makanan. Kegiatan hari pertama begitu cepat, sampai di Fakultas harus mengikuti rapat perkenalan dan selesai itu menuju penginapan.

Makanan yang terlihat di papan rumah makan memang sangat menggiurkan tetapi berbahaya. Tidak ada satupun restauran disekitar jalan yang tidak menggunakan produk babi. Wah, perut sudah tidak tahan, mie instan (semua pasti tahu merknya, hahaha) yang saya bawa ada di kantor utama. Hujan turun, berhenti sejenak di tempat makan. That’s right, dugaan kita benar, penjualnya tidak mengerti bahasa Inggris dan sepertinya semua yang dijajakan mengandung babi. Menunggu lama untuk memutuskan mengisi perut.

Penjual mundur satu langkah kebelakang. Dan…taraaaa. Barisan telur-telur di rak menjadi pertanda bahwa saya harus segera makan. Seperti memainkan Angry Bird mencari telur emas. Saya sebagai Angry Bird dan menemukan telur emas. Saatnya makan

Kita adalah apa yang kita makan

Allah SWT. menginginkan tubuh kita tetap bersih dan terjaga kesehatannya. Makanan yang bergizi dan halal memberikan dampak baik bagi metabolisme tubuh kita. Kita adalah apa yang kita makan. Saat makanan di mulut, makanan diteruskan ke rongga mulut setelah dikunyah oleh gigi. Proses mastikasi diakhiri dengan oklusi yaitu saat rahang bawah tetap tempat dan gigi dari atas mulai mendekat. Ukuran yang kecil tersebut memungkin darah dan cairan getah bening mengangkut menuju sel-sel tubuh yang memerlukan.

Makanan yang sudah menjadi partikel-partikel kecil dilakukan penyerapan di usus halus hingga benar-benar kecil kemudian diserap dalam darah. Misal protein, terpecah di dalam lambung kemudian dipecah kembali oleh tripsin, kemotripsin, karboksipeptidase, dan proelastease yang dihasilkan oleh pankreas diubah menjadi polipeptida dan asam amino tunggal.

Darah beredar ke seluruh tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolisme. Fungsi utama darah adalah mengangkut oksigen sehingga berperan penting dalam kehidupan manusia. Darah disirkulasikan oleh jantung, dipompa menuju paru-paru untuk melepaskan sisa metabolisme berupa karbon dioksida dan menyerap oksigen melalui pembuluh arteri pulmonalis, lalu dibawa kembali ke jantung melalui vena pulmonalis. Darah kemudian dikirimkan ke seluruh tubuh oleh pembuluh aorta. Kapiler menjadi saluran halus darah untuk mengangkut oksigen.

Kesempurnaan sistem tersebut yang menjalankan tubuh kita untuk bertindak. Sehingga makanan yang kita makan menjadi perlu dipikirkan. Allah SWT. telah memerintahkan kita untuk memakan makanan yang baik. “Wahai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan; karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al Baqarah 2:168)

Makanan Halal

Allah SWT. begitu mengistimewakan hamba-Nya sampai perkara makanan sangat diperhatikan. “ Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya” (An-Nahl, 16:114). Oleh karena itu, perlu bagi kita untuk makan segala sesuatu yang halal.

Awalnya saya rasa di Chiang Mai, khususnya di sekitar daerah Universitas Maejo cukup sulit untuk mencari makanan yang halal. Satu hal yang saya ingat dan tercantum dalam Qur’an surat Al-Baqoroh ayat 172-173. “Hai orang-orang yang beriman! Makanlah yang baik-baik dari apa-apa yang telah Kami berikan kepadamu, serta bersyukurlah kepada Allah kalau betul-betul kamu berbakti kepadaNya. Allah hanya mengharamkan kepadamu bangkai, darah, daging babi dan binatang yang disembelih bukan karena Allah. Maka barangsiapa dalam keadaan terpaksa dengan tidak sengaja dan tidak melewati batas, maka tidaklah berdosa baginya, karena sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Maha Belas-kasih.” (al-Baqarah 2:172-173).

Pencarian tempat makan halal berhasil setelah bertemu dengan teman sesama muslim. Setiap tempat makan tetap menawarkan makanan khas Chiang Mai Thailand. Penjual makanan menjamin dengan meletakkan stiker halal di pojok kanan atas atau kiri atas depan tempat makannya. Menu makanannya cukup lengkap, ayam, daging, telur dan sayur tersedia dalam satu warung. Ini dia tempat makannya.

Tempat Makanan Halal di Universitas Maejo

Tempat Makanan Halal di Universitas Maejo

Makanan halal tetapi sayang tidak didukung suasana yang cukup memuaskan. Dari sudut kanan tiba-tiba anjing keluar dan berputar ditempat kami makan. Sepertinya anjing ingin meminta makan, mukanya pasrah, jika diberi dimakan dan jika diberi anjing tersebut hanya diam saja tanpa menggigit atau marah. Tidak memperdulikan yang diperbuat oleh anjing. Dalam hati saya berdoa agar nih anjing buruan kabur dari hadapan kita.

Jadi jika ke Chiang Mai, yang dapat kita lakukan untuk mendapatkan makanan halal adalah:

1. Mencari teman sesama muslim dan tanyakan tempat makanan halal (hehehe…)

2. Cari di surat kabar atau pusat informasi mengenai tempat makanan halal

3. Lihat label halal di depan tempat makan tersebut

4. Tanyakan kepada penjual bahwa tidak ada produk babi di warungnya, karena penting diketahui mengenai alat masak yang digunakan dan produk-produk yang bersinggungan dengan babi.

5. Bawa mie instan secukupnya jika pergi ke luar negeri terutama ke tempat-tempat yang muslimnya minoritas (siapa tahu bisa masuk tv..hehehe)

6. Jika tinggal lama disarankan untuk memasak sendiri (lebih aman dan hemat..hehehe)

Nah..jika makanan kita sudah aman maka kita dapat dengan nyaman beraktifitas. Makanan yang kita makan akan diubah menjadi sesuatu yang berguna. Makanan yang tidak baik akan tetap menjadi sesuatu yang tidak baik dalam tubuh. Tubuh kita aman, aktifitas lancar dan barakah.

Yogi Sidik.

Sumber:

Al-Qur’an.

Wikipedia.

Original Posting: http://sidikprasojo.wordpress.com/2011/07/02/notes-from-thai-1/