Kawan-kawan WNI di Thailand dan di mana saja, berikut adalah pemberitahuan dari Pak Sulaiman Narowi, staf KBRI Bangkok yang secara berkala memberitakan keadaan terakhir mengenai situasi yang berkaitan dengan banjir di Thailand via e-mail. Harap simak pemberitahuan berikut ini sebaik-baiknya. Let’s hope for the best and ready for the worst. Semoga kita selalu dalam lindungan Allah swt.

________________________________________________________

Assalamu’alaikum wr wb,

1. Pertama-tama kami mengucapkan keprihatinan yang mendalam bagi rekan-rekan yang sudah terkena dampak banjir.

2. Sebagaimana dimaklumi bahwa banjir tampaknya sudah memasuki Bangkok, yang bila melihat peta radiusnya antara 20-30 km dari KBRI, air lambat laun akan masuk kota Bangkok. Pemerintah sudah memberikan peringatan banjir di beberapa daerah sekitar Bangkok termasuk wilayah timur Bangkok (lihat grafik Bangkok Post2). Tampaknya semua orang Bangkok sudah pasrah bahwa daerahnya akan banjir, sekuat apapun bendungan dan tanggul dibuat sepertinya tidak mampu menghalangi air yang begitu banyak (lihat grafik Bangkok Post1, http://www.bangkokpost.com). Untuk melihat faktor-faktor banjir mari melihat kembali grafik The Nation tgl 14 Okt (www.nationmultimedia.com). Faktor yang sangat besar adalah faktor kejiwaan, banjir yang sangat lama telah menimbulkan tekanan jiwa kepada pejabat dan aparat pemerintah serta masyarakat. Belum lagi kefektifan manajemen banjir pemerintah (silakan menilai sendiri). Sejumlah masyarakat mulai bingung dengan kesimpangsiuran informasi.

3. Oleh karena itu, mungkin sejak sejak sekarang sudah mempelajari letak tempat tinggal masing-masing, tinggi rendahnya dari tempat lain karena hukum air tetap mencai tempat yang rendah lebih dahulu. Meninggikan barang-barang berharga (bagi yang tinggal dirumah). Menurut sumber tertutup, apabila air sempat menggenangi pemukiman diperkirakan dibutuhkan waktu 1 bulan air bisa surut (terutama daerah rendah dan jauh dari drainase). Disamping itu, terus mempelajari prosedur tanggap darurat, antara lain sebagai berikut: “Paling sedikit suplai kebutuhan untuk 3 hari seperti air minum, makanan kering/makanan kaleng, susu formula dan pampers untuk bayi, lampu senter dan persediaan batu batere, lilin dan korek api, obat-obatan P3K, obat-obatan untuk pribadi (bagi yang memiliki penyakit khusus), plastik sampah, telelpon mobil dengan charger, dokumen penting keluarga, uang kas dan kartu kredit, piring, cangkir dan piring kertas, dan peta setempat, dll”.

4. Perlu kami ingatkan bahwa beberapa kebutuhan sudah mulai menipis. Tidak ada salahnya untuk menyediakan persediaan barang meski tidak terlalu berlebihan guna mengantisipasi kelangkaan barang dan inflasi ditandai kenaikan harga barang yang membumbung tinggi. Belum lagi berbagai penyakit yang akan timbul dan binatang2 yang muncul seperti buaya (ini merupakan buaya piaraan yang tidak bisa cari makan sendiri).

5. Untuk teman-teman WNI banyak juga terkena dampak banjir. Sejauh dari pantauan kami, mereka umumnya telah berinisiatif sendiri mencari tempat-tempat yang aman dengan mencari tempat tinggal sementara di hotel atau apartemen atau memulangkan keluarganya ke tanah air. Namun demikian, kami secara pribadi mohon bantuan dan kerjasama dari rekan-rekan sekalian untuk menginfokan kepada KBRI atau juga via kami di hp 081-9105061 sekiranya ada teman-teman kita WNI dilingkungan masing-masing yang perlu bantuan. Informasi akan kami tindak lanjuti ke pejabat terkait di KBRI atau bisa saja diantara kita yang bisa memberikan bantuan bagi teman-teman yang membutuhkan. Sebagai informasi, kemarin 2 keluarga dari AIT telah ditampung di salah satu kediaman homestaff KBRI.

6. Terus update dan share informasi yang kita punya melalui media atau lapangan. hati-hati banyak rumor beredar. Tetap menjaga komunikasi antar kita.

Wassalam.