Posting ini diambil dari e-mail yang dikirimkan Pak Sulaiman Narowi,  salah satu staf KBRI Bangkok yang berkompeten dalam menyampaikan info terkini berkaitan dengan banjir di Thailand:

1. Di hari ketiga status awas pengaruh pasang air laut, kondisi banjir di Bangkok sebelah Barat dan Timur tampak meluas terutama warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai dan kanal. Hal ini ditandai dengan ketinggian air di kanal-kanal yang menjadi aliran utama penyaluran air banjir baik ke wilayah Timur atau Barat sungai chao phraya. Namun demikian, status awas dan waspada masih berlaku bagi wilayah-wilayah yang belum atau tidak terkena banjir khususnya yang saat ini tinggal didalam kota Bangkok, agar terus memantau situasi terhadap kemungkinan tidak efektifnya pengendalian aliran banjir di sebelah Utara kota Bangkok dan untuk selalu siap siaga dengan kemungkinan situasi terburuk dikarenakan jebolnya pintu air sebelah utara dan tanggul di sungai Chao Phraya.

2. Dalam tahapan ini, pemerintah kota Bangkok masih memperingatkan kepada warga Bangkok yang tinggal di sepanjang sungai Chao Phraya dan aliran air (kanal) untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan luapan air banjir yang dapat terjadi sewaktu-waktu karena antara lain kemungkinan faktor-faktor diatas. Dari indikator ketinggian sungai dan kanal secara umum normal. Pengaruh pasang laut yang terjadi tanggal 29 Okt 2011, kenaikan air tertinggi tercatat setinggi +2.48 m pada jam 08.05 ws dan +2.38 m pada jam 18.30 ws. Untuk prediksi hari ini (30/10/2011), pengaruh pasang laut terhadap ketinggian air sungai Chao Phraya tercatat +2.49 m pada jam 10.21 ws dan +2.33 m pada jam 19.10 ws sementara pada tanggal 31 Oktober 2011 ketinggiannya diperkirakan antara 2.45 – 2.50 m. Perkiraan cuaca hari ini (30/10/2011) dan besok (31/10/2011) di Bangkok akan cerah dengan suhu antara 24-33 derajat celcius, kemungkinan hujan hanya terjadi di 10-20% wilayah Bangkok. Dengan berkurangnya hujan diharapkan dapat mempermudah manajemen air dan mengurangi dampak banjir di Thailand.

3. Dari indikator yang ada dijumpai bahwa aliran air dari wilayah Utara yang melewati sungai Chao Phraya pada tanggal 29 Oktober 2011 tercatat 3281 m3/detik (turun 28 m3/detik dibanding hari sebelumnya). Dari laporan-laporan yang ada menunjukkan banjir di provinsi-provinsi sebelah Utara Bangkok mengalami penurunan (surut) sebagaimana sebelumnya status merah diturunkan menjadi status kuning (vide http://www.thaiflood.com).

4. Pemerintah Bangkok masih memberlakukan status awas dan bahaya bagi warga yang tinggal di distrik-distrik Sai Mai, Laksi, Bangkhen, Chatuchak, Huay Kwang, Lardprao, Wangthonglang, Kannayao, Klongsamwa, Nongchok, Minburi, Lardkrabang dan Thawiwattana. Namun untuk beberapa wilayah pemberlakuan status bahaya tidak bagi semua warga yang tinggal di distrik tersebut akan tetapi bagi mereka yang tinggal di dekat kanal-kanal seperti Klong 2 (yang melewati distrik Sai Mai dan Bangkhen), semua aliran air/kanal di distrik Bangkhen dan Laksi, Klong Bang Bua (Bangkhen, Laksi, Chatuchak), Klong Lardprao (Chatuchak, Lardprao, Huay Kwang dan Wang Thong Lang) dan Klong Prem Prachakorn (Don Muang, Laksi, Chatuchak). Sejauh ini, Pemerintah masih mampu mengendalikan air ke sistem-sistem pembuangan/pengalihan saluran air yang sudah ada sehingga dapat memperkecil dampak banjir.

5. Sampai tahapan ini, belum ada indikasi luapan air kanal San Saeb maupun saluran air di sekitar KBRI. Hal ini karena banjir dari utara Bangkok dialiirkan melalui kanal-kanal tersebut diatas yang tidak melewati kanal/klong San Saeb di wilayah KBRI.

6. Banjir yang meluas di sisi Barat sungai Chao Phraya telah menyebabkan tidak beroperasinya secara penuh penyaluran air bersih sejak tanggal 28 Oktober 2011 jam 24.00 bagi wilayah tersebut, yang mencakup Thonburi, Klongsan, Bangkok Noi, Bangkok Yai, Thawi Wattana, Bangplad, Nongkaem, Phasi Charoen, Taksin, Bangkruay, Thungkru, Jomthong, Ratchburana, Bangkhumtien dan Talingchan. Kerusakan ini juga mempengaruhi beberapa distrik di wilayah Barat provinsi Nonthaburi dan Samutprakan. Saluran air bersih dapat dioperasikan secara bergilir pada jam 06.00 – 09.00 dan 17.00 – 20.00.

7. Sebagaimana dimaklumi bahwa banjir di wilayah Barat Bangkok cukup memprihatinkan. Air yang datang cepat dan tidak efektifnya peringatan dini membuat warga banyak yang terjebak banjir. Hal ini juga dirasakan warga yang sebelumnya terkena banjir di provinsi-provinsi lain. Hal ini cukup dipahami bila ada segolongan masyarakat yang mungkin ada terjebak banjir. Namun kiranya dipahami bahwa dalam melakukan evakuasi tidak dapat dilakukan tanpa melibatkan pihak-pihak terkait yang mengenal betul situasi dan kondisi daerah setempat. Evakuasi akan terkendala bila akses jalan raya menuju daerah sasaran ditutup, serta faktor-faktor lainnya.

8. Di wilayah-wilayah yang tidak terendam banjir, life as usual, aktivitas masih terus berjalan, walaupun pemerintah mengumumkan libur khusus kantor swasta dan bank masih buka begitu pula tempat-tempat belanja. Angkutan bis dalam kota (meski jaraknya diperpendek tidak melewati genangan banjir), BTS dan MRT masih normal. Angkutan sungai klong Sansaeb juga masih normal. Bandara Suvarnabhumi masih beroperasi normal begitupula bandara di daerah-daerah seperti Phuket, Chiangmai, Krabi, Khon Kaen dan Had Yai. Penerbangan domestik di Don Muang ditutup dan dialihkan ke Suvarnabhumi karena banjir.

9. Untuk perhubungan darat ke wilayah utara sudah beroperasi baik kereta api maupun bis lewat jalur-jalur alternatif. Untuk perhubungan ke wilayah timur laut masih normal kendatipun jalur bis dan kereta api dialihkan melewati chachoengsao. Jalur kereta api dari Bangkok ke Selatan belum dapat beroperasi. Sejauh ini belum ada laporan penutupan jalur bis ke Selatan meskipun banjir telah melanda wilayah Phuttamamonthon. Untuk transportasi ke wilayah Timur diantaranyake Pattaya sejauh ini masih normal. Bagi warga Bangkok hendaknya memaklumi bahwa jalur motorway agak padat karena jalur ini digunakan sebagai jalur alternatif bagi warga yang ke wilayah utara dan timur laut dikarenakan jalur biasanya lewat Don Muang, Rangsit dan Bang pain ditutup karena banjir. Jadi bagi yang ke Bandara Suvarnabhumi melalui jalur ini hendaknya dapat menghitung waktu karena kepadatan lalu lintas atau dapat melewati jalur alternatif lewat jalan Bangna-Trad. Begitu pula dengan jalur ke Barat (yang ke Nakhon Pathom, Ratchaburi, Kanchaburi) disarankan untuk memantau akses jalan yang tidak terendam banjir.

10. Share informasi bagi yang tinggal di wilayah-wilayah rawan banjir seperti Salaya, Talingchan, Thonburi, Thungkru, Bangkhen, Lardprao, Donmuang, Rangsit, dll sangat diperlukan terkait kondisi dan kendala yang dihadapi bagi kemungkinan evakuasi dengan kerjasama dengan pemerintah setempat bagi mereka.

11. Apabila tidak keperluan mendesak kiranya tidak bepergian ke daerah yang sudah digenangi air. Jaga jarak dari tiang listrik 1-2 m bila ingin meliput / memantau daerah banjir. Disamping itu waspadai pula binatang-binatang bawaan banjir seperti lintah, ular, buaya dan lain-lain.

12. Bagi yang hendak mencari sembako, kiranyanya tidak terfokus pada super market atau hypermart saja, cobalah untuk mencarinya di pasar-pasar tradisional atau toko-toko kelontong tradisional dan untuk kebutuhan susu bayi atau barang-barang sanitary bisa juga ke toko-toko obat di dekat pasar-pasar tradisional terdekat.

Demikian disampaikan dan mohon maaf bila tidak berkenan.