Berikut update terbaru dari Pak Sulaiman Narowi (staf KBRI) berkaitan dengan banjir di Bangkok:

Kondisi Umum Situasi Banjir Bangkok Per 1 Nopember 2011

1. Tahapan masa kritis 27-31 Oktober 2011 situasi banjir di Bangkok dalam tingkatan tertentu sudah terlewati. Dampak banjir yang dipicu dari pasang air laut mampu dikendalikan ditengah upaya pengalihan gelombang air banjir yang datang dari wilayah utara. Hal ini juga didukung dengan berkurang curah hujan sehingga tidak menambah volume air di daerah-daerah aliran sungai maupun wilayah-wilayah yang terkena dampak banjir. Selama masa terjadinya gelombang pasang tertinggi pada tanggal 27-31 Oktober 2011, ketinggian air sungai chao phraya mengalami kenaikan paling tinggi pada tanggal 30 Oktober 2011 setinggi +2,53 meter. Ketinggian air pada tanggal 31 Oktober 2011 tercatat +2,49 m pada jam 10.45 ws. Pada hari ini tanggal 1 Nopember 2011 pasang laut akan terjadi pada jam 12.30 ws dengan perkiraan ketinggian +2,48 m.

2. Oleh karena itu, kendatipun masa-masa kritis gelombang pasang naik tertinggi sudah lewat, namun dalam beberapa hari kedepan gelombang pasang naik masih mempengaruhi ketinggian air sungai Chao Phraya yang sudah tinggi dan dalam waktu bersamaan masih menampung aliran banjir yang masih terus masuk dari wilayah Utara Bangkok. Volume air yang melewati sungai Chao Phraya dari wilayah Utara meskipun terindikasi mengalami penurunan namun bukan berarti banjir di wilayah tersebut sudah sepenuhnya surut yang disebabkan pengaliran air banjir ke laut masih membutuhkan waktu dan mekanisme yang lebih efektif (penurunan air rata-rata 2 cm/hari). Pemerintah masih berupaya untuk membuang air banjir dan mengurangi ketinggian permukaan sungai-sungai ke teluk Thailand melalui sungai Chao Phraya, Bang Pakong dan Ta Chin sebelum datangnya masa pasang naik air Laut pada pertengahan dan akhir Nopember 2011.

3. Selama terjadi masa-masa kritis gelombang pasang laut tersebut daerah-daerah yang berada disepanjang sungai Chao Phraya di Bangkok seperti wilayah Dusit, Pranakorn, Saphantawong, Bangrak, Bangkholaem, Yannawa, Klongtoey, Prakhanong, Klongsan, Bangkok Yai dan Bangna. Dilain sisi, wilayah Bangkok yang terkena banjir tampak meluas menambah daftar wilayah yang terkena banjir terutama wilayah-wilayah yang menjadi saluran pengaliran banjir akibat luapan kanal/klong antara lain Klong Prem Prachakorn, Klong Lardprao, Klong Bangsue dan Klong Bangkhen di sebelah timur serta Klong Bangkok Noi, Klong Mahasawat, Klong Thawi wattana, Klong Bangcheaknang dan Klong Bangphrom di wilayah Barat Bangkok. Menyusul mulai maraknya protes masyarakat terkait manajemen pembukaan pintu air, juga akan menjadi faktor meluasnya banjir ke daerah-daerah yang masih kering, disamping ketangguhan tanggul penahan air di sepanjang sungai Chao Phraya. Sampai tahapan ini, kanal-kanal dalam kota Bangkok masih dalam kondisi normal belum ada indikasi luapan air.

4. Daerah yang banjir dan rawan ancaman banjir di Bangkok sampai sejauh ini disamping warga disepanjang sungai chao phraya (lihat butir 3) yakni warga yang tinggal di distrik-distrik Sai Mai, Laksi, Bangkhen, Chatuchak, Huay Kwang, Lardprao, Wangthonglang, Kannayao, Klongsamwa, Nongchok, Minburi, Bangkhae, Talingchan, Bangplad, Bangkok Noi, Lardkrabang dan Thawiwattana yang merupakan jalur pengaliran air banjir (lihat butir butir 3).

5. Untuk layanan umum, transportasi, department store masih normal untuk daerah-daerah yang masih kering, kantor-kantor pemerintah mulai kembali setelah libur khusus (27-31 Oktober 2011). Perlu diketahui bahwa meskipun pemerintah mengumumkan libur khusus 27-31 Oktober 2011 sejumlah kantor swasta dan bank serta kantor-kantor layanan umum lainnya masih tetap buka seperti biasa. Kendatipun aktivitas berjalan normal, warga Bangkok khususnya masih terus mengantisipasi kemungkinan terburuk datangnya banjir di wilayahnya masing-masing.