Pernah menonton para pilot tim aerobatik Elang Biru TNI-AU menerbangkan F-16A Fighting Falcon mereka? Pernah menonton pesawat-pesawat ringan aeorobatik nan lincah di Red Bull Air Race World Championship? Kalau belum pernah, anda melewatkan pertunjukan atraksi udara terbaik di Indonesia dan di dunia itu.

Bagi saya, salah satu yang selalu menarik perhatian dalam pertunjukan pesawat terbang adalah jejak asap dari mesin mereka, jejak asap yang panjang mengekor di belakang pesawat-pesawat itu dan memang sengaja disemburkan sebagai bagian dari atraksi. Tapi jejak asap itu sangat tidak menarik dan sangat mengganggu kalau ada di udara di luar waktu-waktu pertunjukan. Dan itulah yang sering terlihat di langit Atlanta (dan mungkin di langit seluruh Amerika dan negara-negara lain?)

Hampir setiap hari selama saya di sini (sejak November lalu), jejak asap yang disebut contrail (condensation trail) dari ekor pesawat bermesin jet mencoret-coret langit Atlanta. Yang paling buruk adalah pemandangan saat hari cerah dengan langit biru bersih yang dikotori garis-garis asap putih bersaling silang akibat contrail pesawat-pesawat itu. Tapi saat orang-orang memutar setir mobil mereka ke kampus atau ke kantor dan kesibukan dimulai, siapa yang peduli?

Saat sebagian besar orang dengan tulus membiarkan langit mereka berpola seperti rok pria Skotlandia pemain bagpipe dan menganggap itu adalah kejadian fisika biasa dimana uap panas dari mesin jet yang menyembur ke udara dingin di altitud tinggi akan terkondensasi dan membentuk jejak awan (kenyataannya, banyak orang Atlanta yang tidak tahu tentang apa penjelasan fisika terbentuknya jejak awan ini), beberapa orang yang terganggu mulai bertanya-tanya apa sebenarnya yang ada di langit mereka itu. Sebagian dari beberapa orang itu menemukan jawaban yang mengejutkan…

Contrails (condensated trail) atau vapor trail

Tahun 1996, di Amerika muncul dugaan bahwa angkatan udara AS sengaja menyemburkan bahan kimia dengan pesawat-pesawat jet mereka. Dugaan yang berkembang menjadi tuduhan ini berawal dari fakta yang diketahui publik bahwa angkatan udara sedang dalam proses mengembangkan strategi memodifikasi cuaca untuk keperluan militer yaitu mengubah cuaca sebagai bagian dari perang (ini sebetulnya isu yang sangat menarik buat saya, yang mungkin akan saya liput di tulisan berbeda).

Makin lama, teori semburan kimia yang selanjutnya disebut chemtrail (chemical trail) ini makin popular dan meluas. Masyarakat di Inggris, Italia, dan Kanada juga mulai menuntut penjelasan tentang apa sebenarnya jejak asap putih di langit mereka itu. Apakah pihak militer—yang didukung pemerintah—sedang melakukan percobaan rahasia untuk mengubah cuaca? Atau mereka sedang menyemprotkan bakteri dalam percobaan biologi rahasia? Apakah publik sedang jadi kelinci percobaan? Masyarakat mulai geregetan dan betul-betul ingin tahu.

Beberapa orang memutuskan untuk melakukan pembuktian sendiri. Di Louisiana, seorang pria meletakkan toples gelas berisi air dan mendiamkannya sehari di halaman belakang. Esok harinya, dia melihat ada endapan gelap di dasar toples. Setelah dia mengirim sampel itu ke lab untuk uji bahan kimia, ditemukan barium (Ba) dalam kadar tinggi, tiga kali lebih tinggi dari kadar aman. Barium adalah bahan kimia golongan logam yang dipakai dalam racun tikus.

Burung yang berjatuhan di Lousiana (kredit foto: inquisitr.com)

Ingat saat ribuan burung mati dan berjatuhan dari langit di Arkansas, Lousiana, dan Minessota di Januari tahun ini? Dan ada laporan yang sama dari Swedia dan Italia? Ilmuwan menduga ini terjadi karena letusan kembang api tahun baru yang membuat burung kehilangan orientasi sehingga mereka menabrak teman mereka sendiri, gedung, atau pohon. Benarkah? Kejadian yang sama tahun 1999 menempatkan E-Coli sebagain penjahatnya. Orang mulai gatal untuk menarik hubungan antara chemtrail dan kematian massal ini. (Oya, hemat saya, kalau ini memang disebabkan oleh awan kimia itu, sebaiknya beberapa orang juga mencek apakah ada laporan kematian burung massal di Iowa dan Missouri; mereka akan membentuk garis utara-selatan yang sempurna mulai Minnesota-Iowa-Missouri-Arkansas-Lousiana—siapa tahu militer melakukan percobaan dengan pola vertikal?).

Jutaan ikan yang mati di California (kredit foto: enusal.com)

Ingat juga tentang jutaan sarden dan spesies ikan lain yang mengambang mati di Virginia (pesisir AS bagian timur) dan California (pesisir barat)? Ya, kita bicara tentang jutaan kematian; bisakah anda membayangkan betapa sulitnya sebuah perahu bergerak di antara jutaan ikan yang mengambang, atau betapa baunya seluruh pantai karena mereka mulai membusuk? Itulah yang terjadi di Virginia dan California.

Media mencatat paling tidak ada ada sembilan kejadian kematian massal (binatang) di dunia dari Januari hingga Juli 2011 (mereka tidak memasukkan 93 orang mati akibat kebrutalan teroris Anders Breivik pada Juli lalu, atau akumulasi puluhan korban yang meninggal karena senjata Amerika di Afghanistan dan Pakistan, atau korban meninggal akibat bencana kelaparan di Somalia, dalam rentang waktu itu). Begitu banyak pertanyaan muncul dan sangat banyak jawaban tersedia. Kembang api? Perubahan iklim? Ganggang beracun? Bakteri mematikan? Hipoksia (kekurangan oksigen)? Orang benar-benar tidak tahu yang mana yang harus mereka ikuti. Kelemahan (yang bisa juga jadi kelebihan) situasi simpang siur seperti ini adalah jawaban alternatif sering menjadi yang paling dipilih dan dipercaya.

Skala kecurigaan masyarakat tentang apa yang mereka percaya sebagai chemtrail makin besar. Pemerintah, ilmuwan, dan penentang teori chemtrail menggolongkan teori ‘menggelikan’ itu sebagai teori konspirasi. Tapi apa yang benar-benar diketahui publik Amerika tentang pemerintah mereka sendiri? Banyak orang yang berkesimpulan pada akhirnya bahwa mereka tidak tahu apa pun tentang negara mereka, meski awalnya mereka mengira mereka tahu banyak (ini yang pernah dikatakan seorang ibu Amerika kulit putih yang sangat bangga saat anaknya mendaftar menjadi tentara untuk pergi ke Iraq untuk ‘membela negaranya’ yang setelah anaknya tewas, dia baru sadar bahwa ternyata kematian anaknya adalah sia-sia karena alasan bohong besar pemerintahnya untuk menyerang Irak yang tidak pernah sekalipun menyerang AS; dia menyesal sejadi-jadinya).

Apakah garis-garis asap itu contrail biasa? Atau bahan-bahan kimia atau zat biologi berbahaya? Tidak ada yang tahu pasti.

Garis-garis asap putih bersaling silang di hari yang cerah jelas merusak keindahan hari itu dan merusak seni fotografi. Saat orang mulai melebarkan keingintahuan mereka apakah itu hanya merusak keindahan hari dan fotografi, maka saya bersimpati pada warga Amerika yang kritis yang menginginkan jawaban apa sebenarnya asap yang mengotori langit kota mereka. Mereka berhak terus bertanya dan tahu, bahkan meski para ilmuwan mereka berkeras bahwa tidak ada kandungan bahan bahaya dalam jejak asap yang mereka lihat setiap hari itu.

(Syafnee, GA, 24/12/11, 1010am)