Karena presiden Amerika punya kekuasaan untuk mengoperasikan ‘the nuclear football’ dan menekan ‘the button’, maka figur yang akan menduduki kursi di ruang oval White House penting untuk diamati dunia. Tahun depan, 2012, adalah penentuan apakah Obama akan berlanjut ke periode kedua sebagai presiden AS atau digantikan presiden dari partai Republik yang sekarang sedang memilih kandidat penantang Obama (kecil kemungkinan kandidat dari golongan independen menang). Tulisan ini bernada politik yang sebetulnya tidak terlalu saya sukai. Tapi sekali lagi, karena Amerika selalu ikut campur dalam urusan dalam negeri hampir seluruh negara di dunia, saya terpaksa membuat tulisan semacam ini.

Pada pihak partai Demokrat, jelas mereka akan mempertahankan Barack Obama di kursi kepresidenan pada periode 2013-2017. Kalau anda search di internet, Obama sebagai presiden AS punya lebih dari seratus pencapaian, membuat Hugo Chaves mau berjabat tangan dengannya (sebagai presiden AS), punya selera humor lumayan, dan bermain golf cukup bagus. Yang paling mengesankan buat saya, bagaimanapun, adalah usaha-usahanya yang nyata untuk menurunkan ketegangan antara golongan besar anti-Amerika di dunia dengan negara yang dipimpinnya.

Tapi tunggu! Di sisi lain, rakyat Amerika juga melihat lebih dari seratus kekurangannya yang membuat mereka memutuskan tidak memilih Obama pada pemilu 2012. Sejak dia masuk kantor presiden pada 2009 hingga sekarang, ekomomi AS belum juga membaik, inflasi naik, jumlah pengangguran tak berkurang, bujet tak seimbang, plafon utang AS naik menjadi $14 triliun, status rating kredit AS turun dari AAA (rating teratas) menjadi AA+ (pertama dalam sejarah), neraca perdagangan defisit, laju pertumbuhan lebih rendah dari Cina, dan terlalu banyak menerima advis dari Geoge Clooney. Saya menambahkan: hingga sekarang pusat penyiksaan (mayoritas tawanan muslim) di teluk Guantanamo belum ditutup, menyerbu Libya tanpa persetujuan kongres, bermuka terlalu manis di depan AIPAC dan Netanyahu (padahal Sarkozy sudah muak dengan PM Israel itu dan menyebutnya ‘pembohong’), dan mungkin adalah sutradara dari drama pembunuhan Osama bin Laden yang secara keseluruhan jadi bagian dari ‘sandiwara’ paling hebat yang dimainkannya selama terpilih menggantikan Bush Junior pada 2008.

Jadi, pembaca sekalian, mari kita tengok figur alternatif calon presiden AS dari kubu Republik. Mungkin kita menemukan seseorang di sana yang membuat dunia lebih aman dan nyaman ditinggali.

Saya akan mulai dengan menggambarkan proses pemilihan kandidat presiden sekaligus mengenal sekilaskandidat di posisi tiga besar dari partai Republik tersebut.

Begini gampangnya proses pemilu presiden di Amerika. Mari kita ambil kasus saat ini. Partai Republik akan menentukan beberapa kandidat yang akan maju ke pemilu presiden 2012 melawan incumbent Barack Obama (Demokrat). Saat ini ada 7 kandidat (1 kandidat, Herman Cain, terjerembab November lalu karena skandal perselingkuhan dan kampanyenya terhenti). Tujuh kandidat ini berkampanye dan bertarung satu lawan yang lain (saya menyebutnya ‘balap kuda Republik’ untuk kasus ini) untuk mendapat dukungan terbesar hingga awal Januari 2012. Satu pemenang dalam balap kuda Republik itu akan dijagokan mewakili partai Republik untuk maju melawan Obama pada 6 November 2012.

Dari 7 kandidat dari kubu Republik, mari kita lihat 3 besar: Newt Gingrich (mendapat 26% dukungan sejauh ini), Mitt Romney (22%), dan Dr. Ron Paul (13%). Kandidat yang lain? Terlalu remeh untuk dibicarakan kecuali Rick Perry (kita akan sedikit menyinggung-nyinggung Perry nanti).

Newt Gingrich, yang pernah menjadi House Speaker (ketua DPR) pada 1994-1998 tampil meyakinkan hingga awal Desember (jajak pendapat menurut gallup.com). Dukungan tertinggi pernah dia dapatkan sebesar 34%. Tapi sejak awal Desember hingga kini, grafiknya menurun dan sekarang mengantongi 26% dukungan (masih memimpin balapan ini), tidak terlalu jauh dari Mitt Romney. Analis menyebut Gingrich sebagai kandidat berpola ‘pelangi’ (grafik menanjak kemudian menurun). Kalau anda mau tahu kebijakan-kebijakan dan janji-janji kampanyenya dan kandidat lain, anda bisa cari di internet (BBC membuat liputan khusus yang mudah dipahami tentang ini).

Mitt Romney, mantan gubernur Massachusetts beragama Mormon, adalah kandidat dengan dukungan paling stabil dari awal balapan. Dukungan yang ia peroleh selalu di kisaran 20-25%. Saat ini dia di posisi kedua dengan dukungan 22%. Baru-baru ini, dia dikejutkan bahwa Bush tua (bapaknya W. Bush Jr.) mendukungnya untuk maju ke puncak kekuasaan AS. Si tua Bush berkomentar, “Saya pikir Romney cukup matang dan berpikir jernih, bukan tipe yang suka melempar bom.” Maaf, tapi bagi saya, maksud Bush adalah, “Saya pikir Romney bisa mengundang uang ke korporasi Amerika dan melempar bom kemana saja kalau perlu untuk itu.” Dunia tahu bahwa keluarga Bush sudah terlalu banyak menebar bom dan membunuh manusia pada periode 1989-1993 (Libya, Irak) dan 2001-2009 (Afghanistan, Pakistan, Irak, beberapa bagian Afrika). Jadi bagi saya, kandidat ini mengkhawatirkan.

Dr. Ron Paul, mantan dokter kandungan dan sekarang adalah anggota kongres mewakili Texas, adalah kandidat yang sejauh ini paling menarik buat saya dalam kebijakan, janji kampanye, dan ide-idenya. He is different!! Masyarakat yang mencintainya memiliki loyalitas yang luar biasa, dan saya menaruh hormat pada orang tua berusia 76 tahun ini. Grafiknya di jajak pendapat menunjukkan kecenderungan untuk terus naik dan saat ini dia mendapat dukungan 13% (posisi ketiga).

Dr. Paul mengusung ide-ide yang paling berani, seperti: penghapusan Federal Reserve Bank, menyarankan Amerika untuk berhenti menjadi polisi dunia, menyebut bahwa banyak propaganda (hitam) terhadap Iran sedang terjadi saat ini, memulangkan tentara Amerika dari medan perang segera, menentang pemberlakuan Patriot Act (yang membuatnya berbeda dari seluruh anggota Republik), dan masih banyak lagi. Sejauh ini, orang ini paling vokal dan berani menyuarakan ide-ide yang bertentangan dengan arus utama dan ide-ide itu konsisten sejak beberapa kali yang lalu dia mengikuti balapan menuju pemilu presiden. Tapi tentu saja ada beberapa pendapatnya yang berlawanan dengan prinsip saya seperti dalam kebebasan sipil yang seluas-luasnya dan legalisasi obat-obat terlarang (dia sangat percaya pada tanggung jawab pribadi dan tidak mengganggu hak dan keselamatan orang lain).

Kalau anda melihat Dr. Paul, anda mungkin menyangka dia adalah pria tua yang rapuh. Tapi sebaliknya, dia sangat kuat dan jernih dalam mengartikulasikan pendapatnya. Kita bisa lihat fakta ini di debat para kandidat. Begitu kuatnya figur ini hingga membuat pihak-pihak yang berseberangan dengannya belum-belum khawatir dia akan duduk di White House. Jadi, mereka mencari-cari kesalahan Dr. Paul. Dan salah satunya dilakukan CNN, media menyedihkan penyebar propaganda dan mengusung kepentingan yahudi zionis dan korporatokrasi.

Dalam sebuah wawancara, tukang propaganda dari CNN Gloria Borger mendesak Dr. Ron Paul tentang newsletter bernada kontroversial (rasis) yang ditulis atas namanya pada tahun 1980-an dan 1990-an (sepuluhan dan duapuluhan tahun yang lalu!). Dr. Paul menjawab bahwa hal itu sudah pernah ditanyakan CNN dan sudah dijawabnya. Tapi Borger terus mendesak dengan pertanyaan yang sama untuk menyudutkan Dr. Paul dan menjatuhkan kredibilitasnya (apalagi kalau bukan merusak kampanye Dr. Paul?).

Borger ini tipe wanita yang provokatif (saya pernah berhadapan dengan tipe semacam ini; sangat mengesalkan) yang akhirnya membuat Dr. Paul menurunkan mikrofon karena dia sudah tahu arah yang dituju Borger dengan wawancara itu. Sebelumnya Dr. Paul menjawab pertanyaan-pertanyaan Borger dengan cerdas dan beberapa kali membuat wanita menyedihkan itu tampak benar-benar konyol.

Lihat wawancaranya di sini: ridiculous Gloria Borger on Ron Paul (jangan lewatkan bagian paling akhir wawancara ini!)

Wawancara Borger ini kemudian ditayangkan CNN dan dikomentari oleh si tua Wolf Blitzer dan di waktu lain oleh Sanjay Gupta. Tentu saja mereka memuji-muji Borger yang telah ‘melancarkan pertanyaan ‘berat’ kepada Paul dan mendapat jawabannya’. Entah apa yang dipikirkan CNN? Mereka memang membuat segelintir orang menertawakan Dr. Paul yang ‘tak bernyali karena meninggalkan wawancara’, tapi lebih banyak orang lagi yang menghujat dan mencibir CNN. Benar-benar media pencuci otak yang menyedihkan!

Bagaimanapun, Dr. Ron Paul sangat pantas maju menantang Obama. Namun, ada satu masalah di sini. Pendukung Dr. Ron Paul adalah pendukung pendapat-pendapat berani dan berbedanya, yang sedemikian berbeda sehingga membentuk pendukung loyalis yang kuat, yang tidak tertarik dengan kampanye kandidat lain. Sementara orang-orang yang tidak mendukungnya juga mengganggap ide-ide Dr. Paul terlalu ‘pinggir’, atau terlalu ‘berseberangan’ sehingga mereka juga tidak tertarik dengan kampanyenya.

Maksud saya, Dr. Paul telah membentuk kotak dengan batas yang jelas dan kokoh untuk pendukungnya sehingga tidak akan ada ‘transfer suara’ dari/ke kotaknya. Pendukung Rick Perry (posisi nomor 4) tidak akan memindahkan dukungan mereka pada Dr. Paul kalau Perry kalah balapan. Begitu juga pendukung Newt Gingrich dan Mitt Romney. Jadi, seandainya diprediksi Rick Perry tidak potensial menantang Obama, maka pendukungnya akan berpindah mendukung Mitt Romney atau Newt Gingrich (dibanding mendukung Ron Paul) sehingga dukungan kepada Mitt Romney atau Gingrich menggelembung dan memperbesar peluang mereka meninggalkan Dr. Paul untuk menuju babak selanjutnya. Inilah kelemahan kandidat Ron Paul yang vokal, melawan arus, dan memiliki pendukung yang fanatik.

Di bawah ini adalah salah satu iklan kampanye Dr. Ron Paul (nyalakan speaker anda). Setelah klip ini selesai, lihat juga klip lucu berjudul ‘Banned Commercial: Ron Paul 2012 (unofficial)’.

Kalau Dr. Ron Paul memenangi ‘balap kuda’ partai Republik dan memenangi pemilu presiden tahun depan, besar kemungkinan AS akan menjadi AS yang berbeda. Dan kalau Dr. Ron Paul memenagi pemilu presiden tahun depan, dia akan menjadi presiden AS tertua sepanjang sejarah negara itu (rekor saat ini dipegang oleh Ronald Reagan yang berusia 69 tahun saat masuk ruang oval pada 1980). Terkadang negara semacam Amerika ini perlu dipimpin oleh orang tua yang bijak yang berpikir dulu sebelum bertindak (bukan Reagan), bukan bertindak dan tak pernah memikirkan apapun tentang tindakannya itu.

Saya masih ingin berkomentar banyak tentang Dr. Ron Paul. Tapi saya pikir saya sudah bicara terlalu banyak (tiba-tiba posting ini sudah mencapai 1300 kata). Jadi saatnya berhenti. Lagipula siapa yang akan membaca artikel ini? It’s just my 2 cents… Intinya adalah ajakan saya untuk berharap yang terbaik bagi kedaulatan dan ‘privasi’ negara-negara serta perdamaian dunia, dimulai dari Amerika, tahun depan.

(Syafnee, GA, 25/12/11, 0707pm)