Sungguh aneh dan menggelikan! (‘konyol’ tidak dipakai karena terasa agak terlalu keras). Pernyataan semacam itu memang sering muncul di pikiran kita kalau kita sedang (kurang kerjaan) menonton peragaan busana di TV atau melihat foto anak muda Jepang di majalah gaya hidup, bukan? Kalau anda berada di Atlanta, kemungkinan besar ‘sungguh aneh dan menggelikan’ itu ada di mana-mana. Paling tidak bagi saya. Saya sedang membicarakan gaya celana anak muda Atlanta, uhm, tepatnya, gaya ‘bercelana’ anak muda Atlanta, bahkan mungkin seluruh Amerika.

Awalnya saya meliihat gaya ini di bus Marta rute stasiun Decatur—Clairmont Road. Saya tidak terlalu memikirkannya karena mungkin ini hanya gaya individu pemuda Afro-Amerika itu. Tapi makin hari saya melihatnya lagi, lagi, dan lagi, di mana-mana. Saya menyimpulkan inilah tren bercelana anak muda sekarang.

Saya tidak pernah membaca majalah Mode atau semacamnya. Saya tidak peduli tentang gaya fashion terakhir yang sedang tren di sudut-sudut dunia saat ini (dan kapan pun). Jadi entah apakah gaya bercelana pemuda Hispanik (ternyata bukan anak muda Afro-Amerika saja yang bergaya begitu) yang saya lihat di kereta kemarin itu adalah tren masa kini. Jelas saya juga tidak tahu apa nama gaya itu, kalau gaya itu punya nama.

Jadi mereka—anak-anak muda berusia belasan dan awal dua puluhan—mengenakan celana jins biasa. Tidak ada yang istimewa dengan jenis celana mereka. Tapi mereka memakainya sedemikian turun, sedemikian melorot, seolah-olah mereka belum sempurna memakai celananya setelah terburu-buru menekan tuas flush di toilet stasiun kerta, sementara kereta jalur hijau yang harus mereka tumpangi sudah hampir menutup pintu dan mereka harus mengejarnya. Saya memutuskan untuk menyebutnya sebagai ‘gaya pelorot’.

Suatu siang, saya berada di stasiun kereta Five Points, menunggu kereta di peron eastbound. Di sebelah saya berdiri seorang bercelana jins biru luntur dengan gaya pelorot. Saya mengamati celananya tanpa membiarkan dia mengetahui bahwa saya sedang mengamatinya. Akhirnya saya mendapatkan gambaran gaya pelorot itu sedikit lebih baik.

Begini anatominya: celana diturunkan sekitar 20 cm sehingga menempatkan ujung atas celana di bawah tulang pinggang; pemakai mengenakan sabuk (masih misteri seberapa besar pengaruh sabuk terhadap stabilitas celana?); pemakai juga mengenakan celana pendek sebagai dalaman (mungkin meningkatkan gaya gesek dengan jins dan mencegah kemerosotan lebih lanjut?); ujung bawah celana berlipat-lipat tepat di atas mata kaki/sepatu (tentu saja akibat displacement di bagian atas). Sudah bisa membayangkan? Entah apakah ‘aneh’ sudah cukup untuk menggambarkan gaya ini. Berikut pemakaiannya di dunia nyata:

Di lain waktu, seorang Afro-Amerika tambun yang bergaya pelorot berjalan sambil berkali-kali menarik celananya ke atas, yang tentu saja merosot kembali. Ada apa ini? Bukankah dia memang sengaja memerosotkan celananya? Kenapa dia tarik naik berkali-kali? Hmm, mungkin dia seorang ‘pemakai’ baru yang masih belum percaya diri dengan ‘pelorotisme’ yang baru dianutnya itu.

Saya mengusulkan—untuk diri saya sendiri—justifikasi tentang gaya ini: para penganut gaya ini, yang sebagian besar anak-anak muda Afro-Amerika dan Hispanik (sejauh yang saya amati), ingin mengirimkan pesan tertentu dengan memelorotkan celana mereka. Mereka ingin menegaskan pada pihak berwenang bahwa kemerosotan celana mereka serendah hak-hak yang mereka dapatkan, terlalu rendah dari yang seharusnya mereka peroleh akibat diskriminasi terselubung yang masih beredar di udara Atlanta. Bukti diskriminasi? Berlusin-lusin kantor pengacara memasang iklan di mana-mana yang menjual jasa dengan slogan ‘kami siap membantu anda dalam kasus diskriminasi rasial’ di pasar Georgia…

Mungkin, saat ini mereka masih menahan diri dengan hanya menurunkan 20 cm celana mereka. Saat nanti hak-hak kesetaraan mereka terlanggar lebih parah dan musimnya tepat (musim panas yang hangat), mereka mungkin melepas celana pendek dalaman dan memerosotkan celana mereka 30 cm lebih turun lagi. Apa yang tampak antara ujung bawah kaos dan ujung atas celana mereka adalah cemoohan untuk yang ‘di sana’….

Note: saya menulis posting ini sekitar dua minggu yang lalu dan sejam sebelum saya posting artikel ini (semenit yang lalu), saya baru tahu bahwa gaya semacam itu disebut sebagai ‘sagging pants’ (celana melorot) yang ternyata kontroversial di Amerika. Negara bagian Florida ingin melarang sagging pants/jeans, Lousiana dan Michigan mengancam penjara dan denda $500 bagi pemakainya, dan Barack Obama juga membenci gaya bercelana yang memperlihatkan celana dalam pemakainya itu. So, belt up, young men…!

Syafnee, GA, 27/12/11, 1010pm