Catatan Atlanta: Kebebasan menjelajah dunia maya terancam?

7 Comments

Hari ini beberapa website besar sedang melakukan aksi mogok besar-besaran dengan tema ‘black out’ untuk memprotes rancangan undang-undang SOPA (Stop Online Piracy Act – rancangan undang-undang no. H.R.3261) dan PIPA (Protect IP Act – rancangan undang-undang no. S.968) yang sedang difinalisasi Kongres AS. WordPress, misalnya, mengganti gambar-gambar di laman ‘posting hari ini’ dengan latar hitam bertuliskan ‘censored’ berwarna putih (saya pikir tadinya blog saya di-hack). Kongres AS sedang membawa dunia internet Amerika ke arah model Cina (ingat sensor Cina terhadap Google beberapa waktu lalu?). Kalau Cina bertujuan menyensor internet untuk menjaga mati-matian agar komunisme tetap hidup di sana, saya curiga bahwa apa yang AS lakukan adalah langkah awal dari agenda sebuah kelompok tertentu menguasai dunia… More

Catatan Atlanta: Mahasiswa dan Restoran Indonesia di Atlanta

4 Comments

Jumat lalu usai sholat Jumat di masjid Al Farooq (Midtown Atlanta), saya membelokkan sepeda saya ke tikungan yang tidak biasanya saya ambil. Alhamdulillah, re-routing itu menghasilkan salah satu penemuan terbaik selama saya ada di kota ini: rombongan mahasiswa Indonesia yang sedang berjalan pulang ke apartemen mereka dari masjid Al Farooq. Sehari kemudian, bersama dengan tiga orang dari  mereka, saya berkunjung ke resto Indonesia Tempo Doeloe. More

Catatan Atlanta: Di bawah nol derajat

5 Comments

Sambil mengamati hasil Kaukus Iowa partai Republik yang diumumkan Rabu subuh tadi, saya juga memperhatikan suhu udara di luar. Paling tidak dua hari terakhir ini, suhu terendah di Decatur, Atlanta, mencapai -7 derajat Celcius. Freezing cold! Tadi malam, suhu terendah -7 derajat Celcius tercatat pada jam 1 sampai jam 3 pagi. Pagi ini (jam 8.30), saya keluar rumah tanpa tahu persis berapa temperaturnya. Baru membuka pintu, hembusan udara beku terasa menyengat. Saya masuk lagi dan saya tengok alat penunjuk temperatur online di dapur. Suhu di luar 24 derajat Fahrenheit. Itu artinya -2 derajat Celcius! Segera saja saya membuat penelitian kecil-kecilan apa akibat suhu serendah itu pada lingkungan sekitar. Jadi saya keluar sambil menenteng kamera old school saya. Berikut hasilnya dalam foto-foto (diambil sekitar pukul 8.30 – 8.45 pagi). More

Catatan Atlanta: Di Atlanta, sepeda menjangkau jauh

1 Comment

Di Metro Atlanta, anda bisa menjangkau tempat berjarak 70-90 km (bahkan lebih) dengan mengendarai sepeda tanpa menjadi terlalu lelah meski topografi naik-turun.  Oh, ya? Tentu iya. Caranya dengan mengombinasikan ayuhan sepeda anda dengan bis dan kereta dalam kota. Pemerintah kota sudah mengatur bahwa transportasi publik – dikelola oleh  Marta (Metropolitan Atlanta Rapid Transit Authority) – mengakomodasi pesepeda: bus umum memiliki rak khusus sepeda di bagian depan, sepeda juga boleh naik kereta, dan sepeda tidak dikenakan biaya tambahan. Biaya transport menggunakan kendaraan umum yang dioperasikan Marta adalah $2.5 per trip (Rp. 22,000), jauh dekat sama saja. Mahal, ya? Ya, tapi kalau anda menuju ke satu tempat menggunakan kombinasi bis dan kereta, sejauh apapun, harga tetap sama. Berikut penjelasan lebih lanjut dan contoh perjalanan saya (rangkaian foto). More

2011 in review

Leave a comment

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2011 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

The concert hall at the Syndey Opera House holds 2,700 people. This blog was viewed about 35,000 times in 2011. If it were a concert at Sydney Opera House, it would take about 13 sold-out performances for that many people to see it.

Click here to see the complete report.

Catatan Atlanta: Kisah sang veteran perang

2 Comments

Jumat pagi yang mendung kemarin, saya mengayuh sepeda ke pemberhentian bus dekat rumah untuk pergi sholat Jumat di masjid Al Farooq di Midtown Atlanta (di sini, selain penumpang, sepeda diperbolehkan naik bis dan kereta). Di halte sudah ada seorang kulit putih berambut panjang yang dikucir kuda, duduk di atas kursi roda dengan rokok menyala di tangan kiri dan termos di tangan kanan. Wajahnya yang tua penuh kerutan memberi kesan bahwa dia berusia akhir 50-an. Tapi caranya berbicara memberi kesan yang lain, bahwa dia mungkin di awal 50-an. Kami saling menyapa dan berbincang, perbincangan yang nantinya membawa saya berkutat dengan salah satu sejarah kelam Amerika yang paling absurd yang menempatkan Amerika sebagai pelanggar kemanusiaan dan hukum internasional, yang mungkin salah satu yang terbesar dalam sejarah dunia. More

%d bloggers like this: