Hari ini beberapa website besar sedang melakukan aksi mogok besar-besaran dengan tema ‘black out’ untuk memprotes rancangan undang-undang SOPA (Stop Online Piracy Act – rancangan undang-undang no. H.R.3261) dan PIPA (Protect IP Act – rancangan undang-undang no. S.968) yang sedang difinalisasi Kongres AS. WordPress, misalnya, mengganti gambar-gambar di laman ‘posting hari ini’ dengan latar hitam bertuliskan ‘censored’ berwarna putih (saya pikir tadinya blog saya di-hack). Kongres AS sedang membawa dunia internet Amerika ke arah model Cina (ingat sensor Cina terhadap Google beberapa waktu lalu?). Kalau Cina bertujuan menyensor internet untuk menjaga mati-matian agar komunisme tetap hidup di sana, saya curiga bahwa apa yang AS lakukan adalah langkah awal dari agenda sebuah kelompok tertentu menguasai dunia…

Google.com : menutup tulisan ‘google’ dengan panel hitam; website tetap beroperasi.

Reddit.com : mewarnai homepage-nya dengan warna hitam dan memasang panel live update perkembangan diskusi tentang SOPA/PIPA di Amerika.

Wikipedia.org : mengganti homepage-nya dengan warna gelap dan menutup website-nya sementara (24 jam).

SOPA dan PIPA: rancangan undang-undang untuk memperbesar wewenang Departemen Peradilan (Deaprtment of Justice) Amerika melawan aksi pembajakan hak cipta via internet, salah satunya dengan cara menutup akses atau trafik ke website yang dianggap melanggar atau memuat konten yang melanggar hak cipta atau hak atas kekayaan intelektual.

Ini memungkinkan perusahaan pemegang hak cipta (perusahaaan hiburan seperti film dan musik, misalnya) untuk melakukan tindakan hukum terhadap website yang memuat karya mereka tanpa izin. Misal: seseorang meng-upload potongan berita NBC di Youtube tanpa izin NBC, maka NBC bisa meminta pengadilan untuk membredel video itu dan yang lebih sadis lagi, Youtube sebagai host website bisa diperkarakan juga dan bisa diblok total. Ini berlaku juga untuk search engine semacam Google dan ensiklopedia online semacam Wikipedia. Jejaring sosial? Sama sekali tak luput dari ancaman RUU ini kalu nanti jadi UU. Mereka bisa saja menjadi host dari gambar/foto/musik/film/ video yang melanggar hak cipta yang di-upload pengguna internet di seluruh dunia. Bagaimana mungkin website-website ituu mengontrol satu per satu konten yang diunggah penggunanya?? Bisa kita bayangkan berapa besar efeknya? Mega! Mungkin kita tidak bisa lagi mengkoordinasi aksi revolusi memakai Facebook.

Siapa saja yang keberatan dengan RUU ini? Nanti akan saya tunjukkan nama-nama besar pengecam RUU yang sudah masuk tahap finalisasi ini. Tapi sebelum itu, berikut adalah beberapa poin yang membuat komunitas dunia maya AS melawan RUU tersebut:

  1. Isi dari RUU ini menggambarkan ketidakpahaman pembuatnya (Senat) tentang bagaimana fungsi dan kerja internet. Selain itu, ada kalimat-kalimat ambigu yang membuka peluang multitafsir dan membuka peluang pemegang wewenang memanfaatkannya untuk mengkriminalkan sebuah website lebih dari yang semestinya.
  2. RUU ini juga memungkinkan pemerintah AS menutup website manapun di dunia yang diperkarakan jika satu saja warga negara AS telah mengakses website itu. (well, menutup website di luar AS sungguh gampang, apalagi kalau webhosting atau ISP website tersebut adalah perusahaan Amerika).
  3. Karena website-website Amerika terancam diblok oleh pemerintah, maka pengelola website itu akan mencari DNS (domain name system) server dari luar negeri yang aman dari blokade pemerintah AS. DNS server di Amerika sudah dirancang untuk melindungi pengelola website dari web-crime semacam fishing, hacking, dsb. Sedangkan DNS server dari luar negeri belum terjamin keamanannya. Jadi RUU ini justru meningkatkan kerawanan dunia www.
  4. Ada klausul dalam RUU yang memungkinkan pemerintah menyerang perangkat lunak/program open source, semacam Proxy, VPN, dsb.
  5. Akibat dari RUU ini begitu luas hingga juga akan berpengaruh buruk pada pengguna internet yang tidak ada tendensi melanggar. Misal, mahasiswa yang menggunakan informasi dari Wikipedia untuk penelitiannya. Tidak ada masalah baginya selama dia menuliskan sumber info yang dia ambil. Tapi bagi Wikipedia, bisa saja editor sebuah artikel lupa menyebutkan salah satu atau beberapa sumber artikelnya, lalu diperkarakan oleh sumber berita, lalu – kemungkinan terburuknya – Wikipedia ditutup. Akibatnya? Si mahasiswa, dan pengguna jujur lain seluruh dunia, tak bisa mengakses info dari website ini.
  6. Dalam dunia bisnis, efeknya juga kurang bagus. Lebih dari 80% pemodal ventura lebih suka berinvestasi dengan iklim dan aturan internet saat ini dibanding nanti jika SOPA/PIPA diberlakukan.
  7. Jika sebelumnya dunia internet diatur dengan 2 model, model Amerika (bebas sebebas-bebasnya) dan model Cina (pemerintah berhak menyensor dan memblok website apapun yang mereka kehendaki), maka nanti hanya ada satu model : model Cina.

Berikut adalah pihak-pihak yang menentang SOPA/PIPA dan lawannya:

Penentang SOPA/PIPA

Pendukung SOPA/PIPA

Sumber: www.opencongress.org

Seperti yang sudah saya sebut di depan tadi, bahwa efek dari RUU ini adalah global. Tidak tiap website punya kemampuan untuk mengontrol konten website-nya atau hasil pencariannya (kalau dia adalah mesin pencari) yang tidak melanggar hak cipta. Jadi kalau website semacam Reddit, Google, atau Youtube ditutup, maka seluruh penggunanya di seluruh dunia terkena imbasnya dan kita harus siap dengan upacara pemakaman hak asasi semacam free-speech yang dipromosikan negara hipokrit Amerika di seluruh dunia.

Website-website yang melawan SOPA/PIPA hari ini mendorong rakyat Amerika pengguna internet untuk melawan RUU ini dan menulis petisi mereka ke kongres wakil mereka masing-masing. Harapannya, kongres mereka akan menolak RUU ini diberlakukan. Sudah, misalnya, senator Marco Rubio (Florida, favorit Tea Party), menyuarakan sikap menentangnya terhadap SOPA/PIPA dan niatnya untuk menjegal RUU itu di sidang legislatif nanti.

Pendapat saya? Saya masuk dalam barisan penentang SOPA/PIPA. Setelah media cetak dan elektronik penting dunia dikuasai dalang zionis dan wayang-wayangnya, dan sengaja memanipulasi berita serta memelintir kebenaran, internet adalah tempat terakhir bagi orang-orang yang mencari berita alternatif dari apa yang disajikan Newsweek, ABC, CNN, Time magazine, dll.

Kalau internet disensor, sama saja dunia memakai kacamata kuda dan kita tamat di tangan penjajah dunia. Setelah korporatokrasi, kapitalisme neo-lib, Patriot Act, dan sekarang SOPA/PIPA, rasanya privasi dari level individu hingga sebuah negara telah direduksi. Apa kita sedang berlari menuju orde dunia baru? Globalisasi adalah omong kosong yang berbahaya bagi dunia.

(Syafnee, GA, 18/1/2012, 0202pm)