MUSLIM BANGKOK DI TENGAH MAYORITAS THAI-BUDDHIST (bagian 2)

8 Comments

Keagamaan dan Konflik Identitas

Hidup sebagai minoritas di tengah mayoritas Thai Buddhist bukan sama sekali tanpa persoalan. Kendati berpenampilan fisik sama, berbahasa sama, lahir pun di negeri Thai, namun perbedaan agama sedikit banyak mengundang masalah. Masalah terbesar bukanlah dengan warga Thai non-muslim di Bangkok, karena mereka tergolong toleran dan tidak bersikap diskriminatif terhadap warga Muslim. Perbedaan cara hidup, kebiasaan, dan sistem nilai yang berakar dari perbedaan agama adalah masalah yang lebih serius.

“Masyarakat Thai nonmuslim relatif memperlakukan warga Muslim dengan baik. Kami tidak menemukan kesulitan untuk hidup sebagai Muslim di Bangkok. Hanya saja pengetahuan mereka tentang Islam sangat minim. Mereka hanya memahami Islam sebatas melarang makan daging babi,” ujar Ibnu Abdul Razak, Muslim Bangkok yang berdiam di Soi 7 Thanon Petachburi. More

MUSLIM BANGKOK DI TENGAH MAYORITAS THAI-BUDDHIST (bagian 1)

Leave a comment

[Posting ini dinukil dari buku ‘Muslim Traveler’ (2009) karya sobat al akh Heru Susetyo yang telah melanglang buana ke beberapa negara dan menuliskan pengalamannya di buku ini. Informasi dalam artikel ini sesungguhnya adalah hal awal yang baik untuk diketahui rekan-rekan yang baru tinggal di Thailand atau berniat berkunjung ke Thailand]

“Masyarakat Thai nonmuslim relatif berlaku baik. Hanya saja pengetahuan mereka tentang Islam amat minim. Mereka memahami Islam sebatas melarang makan daging babi”

Mendengar kata Thailand, imaji kita mestilah mengembara ke negara gajah putih yang terkenal eksotis dengan daerah wisata cantiknya seperti Phuket, Ayutthaya, maupun Chiang Mai. Bagi mereka yang berpikiran nakal, kata ‘Thailand’ mestilah identik dengan daerah turisme syahwat yang terkenal di mancanegara dan menyedot devisa luar biasa besar. More

SAKSIKAN BAHWA AKU SEORANG MUSLIM!

Leave a comment

Saat Abu Dzar Al Ghiffari, dengan dibantu Ali bin Abu Thalib ra, akhirnya bertemu dengan Rasulullah saw. di masa-masa awal dakwah beliau di Mekah, dia segera bersyahadat. Rasulullah menyuruhnya untuk kembali ke daerah asalnya hingga dia mendengar kemenangan Rasulullah untuk kemudian bergabung dengan Rasulullah kembali. Tapi Abu Dzar malah berkata,

“Demi Dia yang telah mengutus engkau dalam kebenaran, aku akan mengumumkan ke-Islamanku secara terang-terangan di hadapan mereka kaum musyrikin.” More

Sam Lan Park in pictures (mainly the lakes, not the fall)

2 Comments


More

Camping again: Sam Lan National Park, Saraburi, Thailand

2 Comments

After awhile, let’s talk about camping again, in Thailand again. It was March and it was hot and dry. I was determined to go out to nature after inhaling city air of Bangkok for quite sometimes (too long) after my last outdoor trip. Go to nature for me mainly means going camping. There were some interesting reviews about this place called Sam Lan National Park in the internet, a place of which my Thai colleagues knew nothing about. It was said that the place offered camping ground, lakes, and waterfall. The latter was the one that I would question later on. Attracted by the cluelessness of my friends and the lakes and waterfall, I took a train and headed there, didn’t really know how to get to the site after reaching Saraburi train station two-and-a-half hours later. More

%d bloggers like this: