Beberapa hari lalu seorang teman yang tinggal di Bangkok bercerita bahwa dia telah ‘terkena hipnotis’ di sebuah pusat perbelanjaan bernama JJ Mall (dekat dengan JJ Market alias Chatuchak Weekend Market). Modusnya dan pelakunya cukup menarik dan belum pernah saya dengar sebelumnya. Berikut cerita singkatnya dan ada baiknya pembaca simak karena hal-hal semacam ini bisa kita temui di tempat-tempat ramai di Bangkok.

Siang itu rekan saya ini berkunjung ke JJ Mall bersama anak perempuannya. Pada saat sedang melihat barang yang akan dibelinya, muncul sepasang laki-laki dan perempuan mendekati mereka. Mari kita perhatikan ciri-ciri fisik mereka yang membuat saya sedikit mengangkat alis karena unik.

Sang laki-laki berusia 30-an, berwajah timur tengah (suku arab), berpenampilan necis dan rapi, dan berbahasa inggris. Sang perempuan, jika saya tidak salah mengingat cerita dari rekan tersebut, juga berusia 30-an, berwajah Eropa, dan mengaku berasal dari Jerman.

Sang laki-laki menyapa rekan saya itu dan berbasa-basi, sedangkan sang perempuan itu lebih tertarik dan mendekati serta mengajak berbicara anak teman ini dengan nada gemas. Mereka bersandiwara hingga sang laki-laki berwajah arab menanyakan tentang mata uang rupiah dan ia ingin melihatnya. Mungkin tidak seperti itu isi persis pembicaraan dengan teman saya, tapi saya simpulkan semacam itu lah.

Nah, saat ditanya tentang mata uang itu, teman saya mengeluarkan dompetnya dan beberapa menit setelah itu terjadi sesuatu begitu saja tanpa dia ‘menyadarinya’ bahwa dia telah kehilangan 6000 baht (setara sekitar Rp. 1,8 juta) dari dompetnya. Jadi dia menyimpulkan bahwa pada saat dia ‘tidak menyadari apa yang terjadi’ itu, si pria mengambil dompet dari tangannya dan mengambil uang di dalamnya, begitu saja. Teman ini menyebutnya sebagai ‘pengaruh hipnotis’.

Yang menarik adalah, ternyata saat cerita itu dia sampaikan di grup whatsapp, beberapa teman lain menimpali dengan pengalaman mereka sendiri yang mirip dengan cerita rekan pertama tadi. Satu teman bercerita bahwa dia didekati seseorang di depan Pantip Plasa atau Platinum Plasa (saya lupa persisnya, tapi lokasi kedua tempat ini berdekatan), dan teman lain bercerita dia hampir jadi korban di Chatuchak Market (berbeda dengan JJ Mall).

Yang lucu adalah, seorang teman yang nyaris jadi korban oleh pelaku dengan ciri-ciri mirip seperti yang dijelaskan di awal dan berlokasi di Chatuchak market, suatu hari bertemu lagi dengan orang itu (dia benar-benar masih ingat dengan wajah orang itu karena sangat khas) di Chatuchak Market lagi. Pria berwajah arab itu menyapanya (lagi) seolah-oleh tidak pernah terjadi apa-apa sebelumnya.

Nampaknya ini adalah kejahatan yang terorganisir dan sifatnya trans-nasional.

Mari kita lihat ciri-ciri can modus kejahatan model ini, yang hampir ditemui kemiripannya di paling tidak 3 kejadian yang dialami teman-teman tadi:

Pelaku:

– Bisa berpasangan (pria-wanita), bisa sendiri (pria saja). – Sang pria berwajah timur tengah (ini yang saya tidak rela…. Tapi faktanya begitu, mau bagaimana lagi?).

– Berusia 30-an.

– Berpenampilan rapi dan necis.

– Pelaku bisa berbahasa Inggris dan Indonesia/Melayu.

Metode:

– Berbasa-basi dengan menanyakan kabar dan asal.

– Kalau kita jawab asal kita dari Indonesia, mereka bisa segera menyetel bahasa mereka menjadi Indonesia atau Melayu.

– Dia mungkin menanyakan tentang mata uang Rupiah. – Dia mungkin akan meminta kita menunjukkan mata uang Rupiah tersebut (ini untuk membuat kita mencabut dompet dari saku dan membukanya di bawah hidung mereka).

– Pada saat dompet kita keluarkan, entah bagaimana dia bisa mengambil dompet kita dan mengeluarkan isinya tanpa kita sadari. Ada analisa mereka menggunakan pengalihan perhatian, ada juga yang berpendapat mereka menggunakan ilmu gendam (orang menyebutnya hipnotis, saya tidak sependapat).

– Mereka pandai dan terampil berbicara hingga membuat kita terkesima hanya dengan caranya bicara. Ada teman yang berpendapat bahwa kepiawaian berbicara itu lah yang membuat kita kehilangan konsentrasi sehingga kita mudah dimasuki sugesti kotor dan hitam semacam gendam itu.

Tempat-tempat yang kemungkinan besar – menurut saya – berpotensi menjadi wilayah operasi kejahatan semacam ini: JJ (Jatujak) Mall, JJ/Jatujak/Chatuchak Market, Pantip Plasa, Platinum Mall, Mah Boon Krong Mall (MBK Mall), Soi Nana. ini betul-betul opini pribadi saya dan mungkin tidak mewakili keadaan yang sesungguhnya. Saya tidak bermaksud membuat anda enggan mengunjungi tempat-tempat tersebut, tetapi mengingatkan agar anda lebih waspada saat mengunjungi tempat-tempat tersebut.

Maka mari kita lebih berhati-hati karena ternyata di sekililing Bangkok, seperti juga di kota-kota besar lainnya, banyak bertebaran kriminal-kriminal yang mengancam kita, mulai dari mengurangi kenyamanan kita berbelanja hingga mengancam jiwa.

Wassalam.