Chatuchak Weekend Market Revisited

2 Comments

100_4110It’s been amazing to see how people from around the world search ‘chatuchak’ in the search engines. Many of them stranded at this blog.Well, the article about Chatuchak market here is quite…. adequate, I would say, even the posting is quite old. ‘Chatuchak’ refers to the infamous Chatuchak or Jatujak weekend market in Bangkok city. So what’s going on now at Chatuchak weekend market? Nothing is really changed I suppose. I know it from the tone of stories from old friends who are still staying in greater Bangkok. But let’s revisit it a moment.

Chatuchak Weekend Market – Map
Chatuchak Weekend Market, Other Ways to Get Some Baht – Photo Gallery
Chatuchak Weekend Market – Photo Gallery
Chatuchak Weekend Market – Shop and Eat (Halal Food)

People write tons of stories about the place. So let’s zoom it in at a particular part. Let’s go to the corner where music instruments are sold in a shop. The shop is owned by an old man who is an army retiree. He was a soldier and was a musician at the same time. He plays violin and guitar for sure (I saw him played) and probably other instruments. He used to play violin professionally and his skill even ever made him visit New York for a concert. He showed me his picture standing on a crossing boat at the bay. At the back, Liberty statue and the WTC twin tower were standing (it was before 9/11 for sure). The photographer was facing New York so he was at New Jersey side, I think. More

Advertisements

MUSLIM BANGKOK DI TENGAH MAYORITAS THAI-BUDDHIST (bagian 2)

8 Comments

Keagamaan dan Konflik Identitas

Hidup sebagai minoritas di tengah mayoritas Thai Buddhist bukan sama sekali tanpa persoalan. Kendati berpenampilan fisik sama, berbahasa sama, lahir pun di negeri Thai, namun perbedaan agama sedikit banyak mengundang masalah. Masalah terbesar bukanlah dengan warga Thai non-muslim di Bangkok, karena mereka tergolong toleran dan tidak bersikap diskriminatif terhadap warga Muslim. Perbedaan cara hidup, kebiasaan, dan sistem nilai yang berakar dari perbedaan agama adalah masalah yang lebih serius.

“Masyarakat Thai nonmuslim relatif memperlakukan warga Muslim dengan baik. Kami tidak menemukan kesulitan untuk hidup sebagai Muslim di Bangkok. Hanya saja pengetahuan mereka tentang Islam sangat minim. Mereka hanya memahami Islam sebatas melarang makan daging babi,” ujar Ibnu Abdul Razak, Muslim Bangkok yang berdiam di Soi 7 Thanon Petachburi. More

MUSLIM BANGKOK DI TENGAH MAYORITAS THAI-BUDDHIST (bagian 1)

Leave a comment

[Posting ini dinukil dari buku ‘Muslim Traveler’ (2009) karya sobat al akh Heru Susetyo yang telah melanglang buana ke beberapa negara dan menuliskan pengalamannya di buku ini. Informasi dalam artikel ini sesungguhnya adalah hal awal yang baik untuk diketahui rekan-rekan yang baru tinggal di Thailand atau berniat berkunjung ke Thailand]

“Masyarakat Thai nonmuslim relatif berlaku baik. Hanya saja pengetahuan mereka tentang Islam amat minim. Mereka memahami Islam sebatas melarang makan daging babi”

Mendengar kata Thailand, imaji kita mestilah mengembara ke negara gajah putih yang terkenal eksotis dengan daerah wisata cantiknya seperti Phuket, Ayutthaya, maupun Chiang Mai. Bagi mereka yang berpikiran nakal, kata ‘Thailand’ mestilah identik dengan daerah turisme syahwat yang terkenal di mancanegara dan menyedot devisa luar biasa besar. More

Masjid Haroon: ternyata dibangun pedagang asal Pontianak

9 Comments

Sudah lama saya ingin menulis tentang masijd Haroon yang berlokasi di bantaran sungai Chao Phraya. Lokasinya dekat dengan kantor Bea Cukai tua yang kini sudah tidak dipakai sebagai Customs House lagi. Masjid unik ini juga dekat dengan kedutaan besar Prancis Bangkok di bilangan Charoen Krung, Bang Rak. Fakta bahwa pendiri masjid ini adalah orang Indonesia dan khutbah Jum’at dilakukan dalam dua bahasa membuat posting ini – bagi saya – mendapat tempat istimewa dalam blog ini. More

Catatan Atlanta: Gaya bercelana kontroversial anak muda Amerika

Leave a comment

Sungguh aneh dan menggelikan! (‘konyol’ tidak dipakai karena terasa agak terlalu keras). Pernyataan semacam itu memang sering muncul di pikiran kita kalau kita sedang (kurang kerjaan) menonton peragaan busana di TV atau melihat foto anak muda Jepang di majalah gaya hidup, bukan? Kalau anda berada di Atlanta, kemungkinan besar ‘sungguh aneh dan menggelikan’ itu ada di mana-mana. Paling tidak bagi saya. Saya sedang membicarakan gaya celana anak muda Atlanta, uhm, tepatnya, gaya ‘bercelana’ anak muda Atlanta, bahkan mungkin seluruh Amerika. More

The Politics of Being Polite (in Thailand)

Leave a comment

Following a nice piece from Khun Voranai Vanijakaposted on Opinion section in Bangkokpost (find the link below this post). Language can define a social hierarchy. Thai _ beautiful and intricate _ is also a tongue that fixes each social class in its proper place. The way we refer to each other by simply using variations of the word ”you” signifies the social gap between the nai and the prai. Here are just a few examples: Mueng is an impolite word. It can be used as an insult or in anger. However, it can also be used to denote familiarity. Two friends referring to each other as mueng is normal and acceptable. A nai may call a prai mueng. But a prai would never address a nai in that manner. More

Somtam: No Pain, No Gain! (bahasa)

Leave a comment

Alhamdulillah. Akhirnya gugusan kata meluncur lagi, yang pertama di bulan Oktober ini. Menulis menjadi macet setengah bulan terakhir. Minggu lalu, dua orang ‘Jenderal’ Samudera melawat ke Bangkok dan tentu saja sambutan harus dipersiapkan dengan matang jauh-jauh hari. Tak ada hari yang terlewat tanpa membuka dan memperbaiki file presentasi.  ‘Gangguan’ lain adalah Tiga Cangkir Teh-nya Greg Mortenson. Kisahnya – yang nyata yang ditulis bersama  rekan jurnalisnya, David Oliver Relin – sungguh kuat hingga membuat saya lekat di halaman-halamannya di waktu senggang yang biasa saya pakai untuk mencuci baju, memasak tomyam, atau sekedar memandangi foto-foto jenius di majalah National Geographic. More

Older Entries

%d bloggers like this: